Hargailah Profesi Ibu Rumah Tangga! #internationalwomensday

Hargailah Profesi Ibu Rumah Tangga!

Ternyata mereka itu lah para hard worker yang tulus. Banggalah wahai kamu (anak) jika punya ibu dan kamu (suami) jika punya istri yang mendedikasikan diri menjadi seorang IBU RUMAH TANGGA …. πŸ™‚

382178_469033976497006_1514074841_n
Berikut tanya jawab antara seorang suami (S) dan Psikolog (P):
P : Apakah pekerjaan Pak Bandy?
S : Saya bekerja sebagai Akuntan di sebuah bank.
P : Istri Bapak ?
S : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.
P : Tiap-tiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
S : Istri saya menyediakan sebab dia tidak bekerja.
P : Jam berapa istri bangun untuk sediakan sarapan ?
S : Jam 6 pagi dia bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu.
P : Anak-anak Pak Bandy ke sekolah bagaimana?
S : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.
P : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan?
S : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran. Isteri kan tak bekerja.
P : Petang hari selepas Pak Bandy pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
S : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.
P : Lalu apa yang istri bapak lakukan ?
S : Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.

Berdasarkan cerita di atas, anda rasa siapa yang lebih banyak bekerja???

Rutinitas seharian istri anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam, itu juga dikatakan TIDAK BEKERJA??!!

Ibu Rumah Tangga memang tidak memerlukan segulung ijazah, pangkat atau jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting!

Hargailah seorang isteri. Karena bagaimanapun pengorbanannya tidak terkira. Ini merupakan renungan untuk kita semua untuk senantiasa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Karena adanya rasa “SALING MENGHARGAI ” maka semua akan bahagia πŸ™‚ πŸ˜€ ^_^

 

Sumber: KotaJogja on Facebook

Iklan

Era Ujian, Era “Eljeka”, dan Era Parno “Eljeka”

400_F_30430316_NiExvZye0073HwdAoJUlyJMxdp1CJIrW“Eljeka” – ejaan buat LJK (Lembar Jawab Komputer) – sudah jadi barang wajib yang hampir selalu ada pas ujian. Gak perlu polpen atau tip-ex, tapi hanya bermodal pensil dan penghapus, kita sudah bisa mengerjakan soal-soal ujian yang disediakan. Tak perlu nulis identitas panjang-panjang atau menulis rumus yang njlimet, tapi hanya dengan mbunder-mbunderi abjad yang ada di LJK, kemudian dengan sedikit kecanggihan teknologi, tadaaa, nilai ujian langsung keluar berdasarkan LJK yang kita isi tadi. Ajaiiib, ajaiiib πŸ˜†

Tak pelak, metode ujian dengan menggunakan LJK ini semakin marak di instansi pendidikan. Mau ulangan harian, mau ulangan semester, sampai ujian Nasional pun, semuanya pake LJK. Alasannya simple, gak ribet, hasil bisa langsung diketahui, dan gak butuh “tenaga manusia” untuk ngoreksi hasil pekerjaan murid. Yaaah alasan bisa diterima lah, lebih-lebih kalau murid-murid yang ikut ujian banyak banget sampai ratusan ribu, kayak Ujian Nasional contohnya, siapa yang mau meriksa hasil pekerjaannya murid sampai sebejibun itu? πŸ˜•

Hanya saja LJK punya beberapa kelemahan. Salah satunya adalah tidak bisa dibaca kalau kertasnya lecek, sobek, atau kotor sedikitpun. Pokoknya kertas harus dalam keadaan rapi, bersih, dan perfect gitu deh. Alhasil, kebanyakan murid-murid yang baru pertama kali menggunakan LJK (seperti anak-anak SD) bakal ngrasa stress dan khawatir sama kondisi kertasnya, bukan sama jawabannya. Pengalaman pribadi sih ini. Aku pertama kali mengenal LJK sewaktu kelas VI, zaman-zamannya Try Out buat persiapan Unas nya SD (dulu namanya UPM). Berhadapan dengan LJK sendiri itu sudah parno setengah mati. Bukan karena gak bisa ngerjain soal, tapi takut kalau kertasnya lecek dan kotor sehingga gak bisa dibaca di scanner. Apalagi waktu itu guru-guru SD ku dengan tegas memperingatkan supaya LJK jangan sampai lecek atau kotor, karena bisa fatal akibatnya kalau sampai gak kebaca di scanner. Aku masih inget pertama kali aku ngerjain soal di LJK, badanku sampai basah kena keringat, saking takutnya terjadi sesuatu pada LJK. Whahaha sumpah gua parno abis waktu itu! πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

Keparnoanku ini bahkan berlanjut sampai SMP. Di SMP ku,Β  LJK malah diperlakukan layaknya benda keramat. Kalau mau ngerjain soal di LJK, setiap murid bakal dikasih alas yang terbuat dari kertas karton. Fungsinya untuk melindungi LJK dari “gronjalan-gronjalan” meja yang berlubang, biar kalau pas mbunderi itu gak nyosor ke lubangnya itu. Terus juga, seperti di waktu SD, kami juga diwanti-wanti supaya kertas jangan sampai lecek dan kotor, karena scanner yang dimiliki sekolah sangat sensitif. Sekali ada coretan di luar bunderan sedikit, atau ada sedikit lecek di kertasnya, scanner bakal memuntahkannya mentah-mentah. Huek ……. πŸ‘Ώ

Nah, keparnoanku ini mulai sirna saat aku masuk SMA. Di sini, LJK diperlakukan dengan jauh lebih wajar. Meskipun aturan “No Lecek and Kotor” itu tetap berlaku, tapi gak seketat di SMP maupun SD. Murid-murid mengerjakannya tanpa alas karton, dan tak ada yang mewanti-wanti lagi seperti dulu. Hehehe lega deehΒ  πŸ˜€

Oh ya, di samping kelemahan “No Lecek and Kotor” di atas, kelemahan lainnya adalah membuat tangan pegel, karena banyak sekali bunderan yang harus di-blok. Syukur-syukur kalau soal yang harus kita kerjakan cuma 20 atau 30 nomor. Tapi kalau sampai 50, 60, bahkan 100 nomor, yaah siap-siap aja tempat pijat refleksi bakal penuh sama murid-murid sekolah yang tangannya mati rasa kebanyakan mbunderi LJK ……… 😈

Tapi tak apa lah. Lepas dari segala macam kelemahan dan keuntungan LJK di atas, persiapan fisik dan mental lah yang paling penting buat kalian yang mau menghadapi ujian. Belajar yang rajin, kurangi main dan internetan (terutama jejaring sosial), perbanyak doa, plus yang penting juga, latihan mbunder-mbunderi yang banyak, biar pas ujian tanganmu gak cekit-cekit dan kaku karena uda “pemanasan” dahulu hehehe πŸ˜€

Finally, sukses buat semua yang akan menghadapi ujian tahun ini! Keep SPIRIT, God will always be with you πŸ˜€

 

R.M.T.B.D.J

Grazie Santo Padre! =’)

Siapa yang gak kaget dengan keputusan Bapa Suci Benediktus XVI yang ingin “pensiun” di akhir bulan Februari?

11-POPE-LEAVING

Pernyataan Bapa Suci yang tersebar secara luas pada 11 Februari lalu itu, kontan saja membuat semua orang, gak hanya umat Katolik saja, shock mendengarnya. Gimana nggak coba? Selama ini kita tahu bahwa paus memiliki jabatan seumur hidup dan berakhir ketika paus tersebut meninggal. Gak ada ceritanya paus yang mengundurkan diri di tengah masa jabatannya. Kalau pun ada, itu sudah terjadi lebih dari 600 tahun yang lalu, sehingga kita gak akan pernah menyangka bahwa akan ada seorang paus yang melakukan hal yang serupa, terutama di zaman semodern ini.

url

Paus Gregorius XII

Tapi itulah Bapa Suci Benediktus XVI. Bukti bahwa siapa saja, bahkan termasuk paus sekalipun, bisa merubah tradisi yang sudah ada secara turun-temurun. Bapa Suci Benediktus XVI menjadi paus pertama yang mengundurkan diri di tengah masa jabatannya, setelah sebelumnya lebih dari 600 tahun lalu, Paus Gregorius XII melakukan hal yang serupa (cuma aku lupa beliau mengundurkan diri secara sukarela apa tidak).

 

 

Aku masih ingat pertama kali aku mendengar berita ini melalui Facebook, aku langsung kaget dan nyaris teriak. Jelas lah, aku tidak akan pernah menyangka Bapa Suci akan melakukan hal ini, meskipun aku tahu persis bahwa paus memang bisa mengundurkan diri dengan syarat pengunduran diri beliau harus dengan sukarela, tanpa paksaan dari siapapun. Tak lama setelah berita pertama itu muncul, berita-berita lainnya dan postingan berisi tanggapan media dan masyarakat mulai bermunculan, tidak hanya di FB maupun Twitter, tapi juga di blog dan forum.

Pope Benedict XVI visits the Blue Mosque in IstanbulSatu postingan yang terasa sangat konyol bagiku adalah postingan yang menyatakan bahwa paus mengundurkan diri dari jabatannya karena mau menjadi mualaf, dilatarbelakangi dari kunjungan paus ke sebuah mesjid di Turki di tahun 2006 dan posisi doa beliau yang seperti melakukan sholat. Yang memprihatinkan, tidak sedikit orang yang percaya dengan postingan ini dan menyebarkannya ke mana-mana dengan maksud dan tujuan yang negatif dan sarat akan potensi konflik SARA. Padahal, jika dilihat secara seksama, terutama dari video yang beredar di Youtube, Bapa Suci samasekali tidak melakukan sholat. Beliau hanya berdoa. Lagipula, saudara-saudara kita yang Muslim pasti jeli dengan posisi tubuhnya Bapa Suci yang jelas-jelas tidak mirip dengan orang yang sedang sholat. Jadi, kenapa mesti dipersoalkan lagi, teman-teman? πŸ™‚

Berikut ini salah satu video kunjungan beliau ke mesjid yang kudapat dari internet. Benar tidaknya postingan tersebut, bisa teman-teman simpulkan dari video ini.

Nah, lepas dari postingan di atas, banyak hal yang patut kita teladani dari Bapa Suci. Salah satunya, adalah kerendahan hatinya. Kenapa? Coba kita perhatikan bersama.

26934_1421677308256_4888776_nSejak awal, Kardinal Ratzinger – nama asli Bapa Suci – amat disegani karena pemikiran-pemikirannya yang konservatif dan radikal. Hal itulah yang membuat Bapa Suci Yohanes Paulus II mengangkat Kardinal Ratzinger di tahun 1981 sebagai prefek Kongregasi Suci untuk Ajaran Iman, yang bertanggungjawab penuh dalam menjaga ajaran-ajaran Gereja Katolik. Popularitas kardinal asal Jerman ini semakin meningkat setelah konklaf tahun 2005 mengangkat dirinya sebagai Penerus Tahta St. Petrus. Dengan segala hal yang beliau capai itu, harusnya beliau bisa melakukan apapun yang beliau suka sebagai sosok pemimpin. Hanya saja, nampaknya Bapa Suci tidak berambisi untuk melakukannya. Prinsip beliau adalah apa yang dia dapat adalah pemberian Tuhan sebagai bentuk pelayanannya pada Gereja Universal, pada umatNya, dan pada dunia. Bapa Suci sudah merasa lelah dan terlalu tua untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanannya tersebut, seperti tertuang dalam pernyataan pengunduran dirinya. Bapa Suci ingin supaya Gereja dipimpin oleh seorang paus yang jauh lebih baik dari dirinya, yang bisa membawa Gereja pada Sang Cahaya Illahi, yakni Kristus sendiri. Yang lebih hebatnya lagi, semasa pensiun nanti, Bapa Suci akan mendedikasikan hidupnya dalam doa dan silih demi Gereja dan umat-umatNya, juga komitmen beliau untuk taat pada penerusnya nanti, tanpa syarat apapun. Hebat kan beliau? πŸ˜€

Pada akhirnya, mari kita sekarang berdoa pada Allah di surga, untuk memohonkan Roh KudusNya agar semakin berkarya dalam diri Gereja, terutama para kardinal yang dalam waktu dekat akan mengadakan konklaf untuk memilih penerus Tahta St. Petrus. Kita serahkan Bapa Suci Emeritus Benediktus XVI dan penerusnya nanti, serta seluruh umat beriman di manapun mereka berada. πŸ™‚

 

Grazie Santo Padre Benedetto XVI. Arrivederci. Perga per noi!
(Terima kasih Bapa Suci Benediktus XVI. Sampai jumpa lagi. Doakan kami!)

 

R.M.T.B.D.J

12984_10200748066410332_629566313_n

Helikopter yang mengangkut Bapa Suci pergi meninggalkan Vatikan, disaksikan ribuan peziarah yang berada di lapangan St. Petrus dan di atas kubah basilika. Helikopter akan membawa Bapa Suci ke peristirahatan paus di Castel Gandolfo, tempat di mana Bapa Suci akan menghabiskan masa pensiunnya selama 2 bulan dan selanjutnya di sebuah biara kecil di dalam Vatikan.

525192_10200750371707963_114700142_n

Bapa Suci memberikan berkatnya yang terakhir kepada para peziarah yang berkumpul di Castel Gandolfo.

522514_10151322127448061_1684809596_n

I’m Back!

TaDaaaa!!! >_____<

Akhirnya setelah sebulan lebih, blog ku bisa dibuka. Yaaah dengan susah payah gitu sih, soalnya koneksi internet di daerah ku lemot banget -_-

Oke, selama sebulan ini, banyak sekali topik-topik yang pastinya seru untuk diperbincangkan, baik dari dalam maupun luar negeri. Sudah banyakΒ  artikel-artikel yang diluncurkan, baik dari media cetak maupun elektronik, terutama internet, yang secara rinci dan gamblang mengomentari topik-topik tersebut. Nah, supaya tetap eksis nih blog, aku akan meluncurkan artikel-artikel ku secara berkala. Semua murni dari otakku, dari pikiranku, dan dari hatiku. Kotak komentar terbuka lebar bila kalian ingin menanggapi hasil pikiranku satu demi satu. So, selamat membaca! =D

 

R.M.T.B.D.J

Sementara itu di Capitol Hill kemarin ……..

Ada 1 hal yang membuatku surprised waktu lihat Upacara Inaugurasinya Presiden Barrack Obama kemarin malam via TV. Alunan melodi dan senandung nyanyian dari Paduan Suara Brooklyn Tabernacle Choir benar-benar membuatku merinding! Mereka mendapatkan kehormatan untuk menyanyikan lagu Battle Hymn of the Republic, dan mereka berhasil menyanyikannya dengan sangat apik! Mereka berhasil membuatku terpesona dengan gaya khas mereka dalam menyanyi, ditambah suara soloist nya yang mengingatkan aku akan suara vokalnya Whitney. Berikut ini videonya. Enjoy! =)

Dan selamat untuk Presiden Barrack Husein Obama dan Wapres Joe Biden yang secara resmi memimpin Amerika Serikat kembali mulai Minggu kemarin. Semoga Tuhan selalu membimbing Anda sekalian sehingga Anda dapat melayani bangsa dan negara dengan semaksimal mungkin! God bless America πŸ™‚

25 Tahun Lalu, Dia Mengguncang Grammy ……..

GANBATTE!! :D

Hanya dalam 1 hari, semua jadwal dan rencana-rencana harianku berubah 180 derajat.

Kemarin, 7 Januari 2013, hari pertama semester II. Begitu masuk sekolah, aku langsung dibikin panik dengan pemberitahuan dari guru-guru seputar jadwal pelaksanaan ujian-ujian kelas XII. Belum selesai paniknya, udah ditambah panik lagi gara-gara dibagiin revisi kalender pendidikan. Di sana, jelas-jelas tertulis tentang jadwal try out dan ujian praktik yang akan berlangsung kurang dari sebulan lagi.

WHAT!!?? SEBULAN LAGI???
Membayangkan bahwa waktu yang tersisa tidak banyak, sementara persiapanku masih sangat jauh dari angka 100 persen, membuatku harus membuat skala prioritas. Benar-benar dengan sangat terpaksa, aku harus mendelay dan mengcancel hampir semua tawaran untuk pelayanan di komunitas dan di Gereja ku, meskipun tidak semua pelayananku aku delay atau cancel. Aku juga mengcancel semua aktivitas rekreasi dan keluar kota sampai bulan Mei awal nanti. Aku sadar bahwa waktu yang ada sangat minim. Prioritasku adalah ujian praktik, karena nilainya juga amat berpengaruh untuk kelulusan, selain nilai di Ujian Teori. Kalau Try Out sih, hahaha, itu prioritas ke sekian. Yang penting aku bisa tahu jenis-jenis soal yang bakal keluar kayak apa, strategi-strategi apa yang aku harus tempuh, dan sebagainya. Demi kelulusanku dan demi diterimanya aku di universitas negeri, aku harus berjuang semaksimal mungkin! Ganbatte!! πŸ˜€

Teman-teman, aku juga berdoa untuk kalian yang bernasib sama denganku. Semoga hasil yang kita peroleh benar-benar sebanding dengan usaha dan jerih payah kita selama ini. AMIIN!! Ganbatte!! God bless you πŸ˜€ :mrgreen:

Doakan aku juga yah! πŸ˜‰

ganbatte_kudasai_by_hanekyu

R.M.T.B.D.J

Previous Older Entries