Sepi – Sebuah Jeritan Hati Seorang Anak Buangan

Pasti bahagia membayangkan begitu banyak teman yang kita punya, betapa luas pergaulan kita. Hidup serasa tidak sendirian dan terasa sangat menyenangkan.

 

Tapi tidak dengan aku ……..

Jujur, seumur hidup aku belum pernah mendapatkan seorang teman pun yang benar-benar dekat dengan aku. Percayakah kalian? Yang aku punya hanyalah teman yang sebatas teman, tidak lebih dari itu.

Aku merasa iri dan sakit ketika melihat banyak orang yang bercengkrama bersama, ngobrol dan guyon bersama. Kenapa aku dilahirkan berbeda? Aku juga ingin seperti mereka. Bisa bercanda, guyon, berbasa-basi bersama. Tapi, kenapa aku tidak bisa melakukannya?

Aku sadar, sejak kecil aku punya keterbatasan dalam bergaul. Bahkan aku tidak punya seorang teman pun di TK. SD pun hanya segelintir. Apalagi SMP.

Sebenarnya SMA ini, aku berusaha mendapatkan banyak teman. Aku ingin berubah menjadi sosok yang benar-benar bisa bergaul, bisa guyon dengan mereka.

Tapi apa yang terjadi?

Berawal dari rasa sakit yang mendalam akibat dikhianati seorang “mantan” sahabat, hidupku bagaikan terjun hingga jurang yang terdalam. Sungguh beruntung dia, bisa dengan mudah bergaul dengan teman-temannya dengan canda dan gurauan yang ia buat.

Sedang aku?

Kembali jatuh dalam luka lama, bahkan jauh lebih merobek relung hatiku yang telah jauh lama terluka. Rasa sakit ini semakin tak tertahankan saat tahu bahwa aku, ternyata, tidak punya teman.

Ku niatkan diri untuk berubah dan membuktikan bahwa diriku bisa mendapatkan teman, tapi hasilnya malah jauh dari harapan. Mengerikan, sangat mengerikan.

Teman,

Sadarkah kalian betapa aku sangat menghargai dan mencintai kalian?

Aku hanya ingin mengenal dan berteman dengan kalian

Kenapa harus aku yang merasakan semua ini?

Apa memang aku terbuang?

Terbuang bagi kalian?

Terbuang bagi dunia ini?

Aku hanya ingin kalian menjadi temanku, yang mau menerima aku apa adanya, yang mau bercanda gurau denganku.

Aku tahu aku pendiam dan tidak bisa membuat lelucon

Dan aku juga tahu diriku susah berbaur dengan kalian

Tapi bukan berarti aku tidak butuh teman

Apakah rasa kesepian ini harus aku tanggug hingga akhir hayatku?

Aku hanya ingin teman

Bapa, apa gunanya aku hidup jika aku tidak pernah punya teman?

Tetapi apalah gunanya aku berharap apabila aku memang susah bergaul, Bapa?

Kenapa Engkau menciptakan aku serusak ini?

Kenapa Engkau menciptakan aku sebagai bahan olokan?

Dan kenapa Engkau memberikan kekurangan ini padaku?

Engkau mau apa padaku?

10 tahun aku bergulat dengan dilema ini, apa tujuanMu?

Dan apa gunanya aku hidup,bila tidak ada yang peduli?

Bahkan Engkau pun tidak pernah peduli kan?

Membiarkanku menangis dalam sepi

Biarkanlah aku terbuka, Bapa

Aku ingin berubah, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya

Tolong Bapa, aku juga manusia

Aku juga ingin merasakan indahnya persahabatan dan rasa membahagiakan orang di sekitarku

Jika Engkau ingin aku tetap hidup, rubahlah aku menjadi lebih baik lagi!

Tolong Bapa ………….

 

AnakMu, R.M.T.B.D.J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: