Apa Kata Siswa/i Tentang Tambahan Pelajaran?

Dewasa ini, kita dihadapkan pada situasi/kondisi di mana ujian menjadi momok yang menakutkan bagi siswa-siswi, baik yang bersekolah di sekolah swasta, negeri, atau madrasah. Mengapa menakutkan? Tentu saja. Ujian menjadi penentu keberhasilan kita selama kita menempuh 1 semester atau 1 tahun ajaran, bahkan menjadi penentu kelulusan kita setelah 3 tahun bergelut dengan berbagai macam pelajaran yang harus kita kuasai untuk bekal di masa mendatang. Maka tidak heran bila ada siswa/siswi yang menangis, bahkan pingsan, saat selesai ujian karena merasa kesulitan mengerjakan soal-soal ujian yang ada. Mereka takut bila mendapat nilai yang jelek, atau bahkan tidak naik kelas atau tidak lulus.

Menanggapi masalah ini, beberapa sekolah mengadakan pelajaran tambahan yang difungsikan untuk mengurangi resiko-resiko yang dideskripsikan di atas. Sekolah berharap dengan adanya pelajaran tambahan siswa-siswi menjadi lebih siap dalam kegiatan belajar mengajar, dan siap pula dalam menempuh ujian, baik ujian yang diadakan sekolah maupun ujian yang diadakan pemerintah. Berbagai cara dilakukan saat siswa-siswi menerima pelajaran tambahan. Mulai dari diberikan lembaran-lembaran soal, ataupun sang pembimbing pelajaran tambahan menerangkan materi-materi yang dirasa susah bagi siswa-siswi.

Lalu, apa hasil yang dirasakan oleh para siswa-siswi setelah sekian lama mengikuti pelajaran tambahan? Dari diskusi dalam kelompok, ada yang berpendapat kalau pelajaran tambahan yang diberikan sekolah sudah cukup membantu dirinya untuk mendapat nilai bagus dalam ulangan maupun ujian, karena di pelajaran tambahan dijelaskan kembali materi-materi yang dijelaskan guru, baik itu yang sudah dimengerti siswa ataupun belum. Selain itu, menurutnya tambahan pelajaran membuat siswa menjadi lebih siap untuk menyambut pelajaran pada hari esoknya, mengingat memang pelajaran tambahan diadakan di luar jam intrakulikuler sekolah, yaitu pada siang hari. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa pelajaran tambahan tidak membuatnya bertambah pintar/membuatnya siap dalam menghadapi ujian, tapi malah membuat badan menjadi capek dan pikiran menjadi tidak fokus dalam mengikuti pelajaran tambahan. Memang banyak yang memprotes pelaksanaan pelajaran tambahan terjadi pada siang hari sesudah kegiatan PBM selesai, diakibatkan karena waktu siang/sore hari tersebut digunakan para siswa-siswi untuk beristirahat sejenak dari segala macam aktivitas belajar. Selain itu, banyak yang mengatakan bahwa pelajaran tambahan tidak akan mengubah siwa-siswi menjadi lebih pandai, diakibatkan bahwa pandai atau bodohnya siswa-siswi tersebut tergantung dari niat dan kemauan dari siswa-siswi itu sendiri untuk menerima dan meresapkan materi pelajaran yang diberikan. Waktu yang harusnya digunakan para siswa untuk istirahat atau mengerjakan tugas/belajar untuk pelajaran ruti setiap hari malah dibuat untuk menerima materi-materi pelajaran yang biasanya tidak berkaitan dengan pelajaran pagi hari. Hal tersebut mengakibatkan siswa-siswi menjadi tidak konsentrasi, pikirannya gampang ke mana-mana, malas karena kelelahan, dan sebagainya. Dampaknya apa yang diberikan guru pada pelajaran tambahan menjadi sia-sia belaka, terlebih membuat uang yang harus dikeluarkan orang tua untuk menebus pelajaran tambahan yang diberikan terbuang percuma.

Lepas dari masalah di atas, kami tidak akan menyuruh Anda untuk menolak pelaksanaan pelajaran tambahan. Namun, kami menyarankan perlunya mencari metode-metode yang membuat belajar menjadi lebih nyaman, terhindar dari gangguan, dan menjanjikan hasilnya. Bisa dalam bentuk belajar kelompok, atau mungkin yang paling gampang yaitu kita belajar sendiri di rumah dengan cara mengulang materi-materi yang sudah diberikan guru di sekolah. Atau juga belajar dari soal-soal yang pernah diujikan sebelumnya, baik dari guru yang memberikan ataupun dari kakak kelas, perpustakaan, internet, atau di toko-toko buku yang banyak beredar buku-buku kumpulan soal. Yang penting kesungguhan kita, sehingga hasil yang kita peroleh lebih menjanjikan.

 

R.M.T.B.D.J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: