“Luka” Tidak Selalu “Membunuh” Anda

Pernahkah Anda jatuh saat berkendara? Atau jatuh saat sedang asyiknya lari-lari atau jalan-jalan? Yap, semua orang pasti pernah mengalami sakitnya jatuh, sekecil atau separah apapun lukanya, terutama saat kita masih jadi bayi yang belajar jalan dengan kedua kaki mungil kita itu. Merasakan sakitnya jatuh pasti membuat kita menangis, namun kita mampu bangkit kembali, terus mencoba melangkahkan kaki kita perlahan demi perlahan, dan akhirnya, voilla! Kita bisa jalan. Saking senangnya kita langsung keluyuran dan lari ke mana-mana. Hal itu yang aku rasakan dulu. Whehehe =D

Apa yang bisa kita ambil dari cerita di atas? Yaaa, setidaknya luka yang dihasilkan dari jatuh tersebut tidak mencederai orang secara serius. Namun lebih dari itu, luka tersebut dapat mendorong kita untuk belajar agar kita tidak jatuh kembali untuk kedua kalinya. Tentu kita tidak mau terus jatuh dan merasakan rasa sakitnya kan? (kecuali Anda seorang masokis)

Sama seperti hati kita. Tentu setiap dari kita pernah mendapat luka batin. Luka ini selalu membuat kita jatuh terkapar dalam kemuraman, merasa hidup itu tidak layak, bahkan tetes air mata keluar bila luka yang kita dapat sangatlah besar dan parah. Bunuh diri pun, bagi sebagian orang, menjadi jalan satu-satunya bagi mereka yang sudah alami putus asa, stress, dan depresi berkepanjangan. Benarkah demikian? TIDAK!!

Sadarkah Anda, bila Anda punya kemampuan untuk mengendalikan, bahkan menyembuhkan luka tersebut menjadi hilang dalam sekejap? Ya. Luka itu ada bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk membimbing dan mengajari kita, akan betapa sakitnya luka itu, dan, penanganan serta pencegahan agar luka itu tidak semakin menyakiti, bahkan membunuh kita. Luka seharusnya dapat mendewasakan mental dan fisik kita agar kita tetap teguh dalam ketabahan serta kesabaran, serta membuat kita tidak jatuh dalam “lubang” yang sama.

Maka, kendalikan dan belajarlah dari luka-luka Anda, dengan terus berhati-hati dalam berbuat dan berperilaku. Tak lupa doa dan meditasi yang teratur menjadi pedoman dalam berjalan meniti kehidupan ini. Semoga kita dapat belajar dari luka ini, agar kita bisa menjadi “HERO” bagi kehidupan ini.

 

R.M.T.B.D.J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: