Di Balik Sukhoi dan Gaga yang sama-sama Gaga(l) …….

Apa yang menjadi topik paling HOT di Indonesia sekarang?

Syukur kali ini bukanlah tentang kebejatan pejabat negara dalam mempertebal pundi-pundi hasil mencuri uang rakyat.

Atau tentang kelemotan pamong negara ini dalam mengurus rakyatnya yang kekurangan makan.

Bukan juga tentang kisah skandal para “public figure” dengan video mesumnya.

 

Tapi tentang 2 HOT Topic yang sama-sama berasal dari luar negeri tapi menaikkan pamor Indonesia ke kancah internasional, yaitu:

“Deathly Flight” Sukhoi Superjet 100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dan satu lagi yang tak kalah menarik,

Si Gaga yang gagal konser di Jakarta

Gak tahu kenapa, secara gak langsung, 2 topik yang sedang hot-hotnya di Indonesia sekarang menjadikan pamor Indonesia naik, baik karena kesigapan masyarakatnya dalam menolong mereka yang kesusahan maupun pengaruh-pengaruh kelompok tertentu yang menolak budaya Barat masuk ke Indonesia.

Tidak usah jauh-jauh. Teman-temanku sesama fans Michael Jackson yang tinggal di luar negeri menjadi tahu seperti apa itu Indonesia, bila sebelumnya bahkan mereka tidak tahu apa itu Indonesia. Masih untunglah mereka cuma mengenal sebuah pulau di Indonesia yang memang udah terkenal sih, namanya Pulau Bali ……….. =P

 

Tapi bagiku, ini memang sebuah kebetulan.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang gencarnya dipromosikan ke seluruh dunia sebagai pesawat berstandar internasional dengan kenyamanan dan keamanan yang menjanjikan, tiba-tiba menabrak Gunung Salak yang ada di Jawa Barat. Mungkin rasa penasaran pilot asal luar negeri ini yang ingin mengetahui seperti apa Gunung Salak itu, apakah bentuknya benar-benar seperti buah salak, telah membuatnya lupa bahwa dia sekarang sedang “menyetir” pesawat, sehingga sebelum dia lihat si “salak”, BOOOM!! Dia sudah melihat surga duluan bersama para penumpang yang ikut dalam “joy flight” ini. Tak ayal hal ini yang membuat Indonesia langsung terkenal, bukan karena prestasi yang dilakukan anak bangsa, tapi tragedi demo pesawat yang dilakukan maskapai luar negeri. Banyak promotor pesawat dari luar yang begitu mengetahui tragedi ini langsung mengurungkan niatnya membeli pesawat Sukhoi. Sungguh nyesek dan sangat memalukan pasti bagi maskapai yang satu ini, tapi jelas lebih sakit lagi bagi mereka para keluarga korban yang anggotanya ikut dalam tragedi ini. Untung berkat kesigapan tim SAR dan berbagai macam bantuan yang diberikan dari siapa saja, baik berupa tenaga fisik maupun doa, proses evakuasi sudah hampir sepenuhnya rampung. Bukti bahwa rakyat Indonesia masih mampu bersimpati akan tragedi memilukan ini ……..

Lain lagi hal nya dengan Lady Gaga. Si “ratu norak” ini juga langsung terkenal di Indonesia berkat jasa ormas-ormas keagamaan yang menolak kedatangannya untuk konser di Indonesia. Dengan alasan akan menghancurkan moral bangsa akibat lirik lagu serta performa di panggungnya yang dianggap aneh dan menyesatkan, berbagai macam hal dilakukan oleh mereka sampai akhirnya kepolisian setempat memberikan keputusan untuk tidak memberikan rekomendasi diselenggarakannya konser si Gaga di Jakarta, dalam hal ini di GBK yang berlokasi di Senayan, Jakarta. Terang saja, kasus yang menimpa artis papan atas ini menyebar hingga ke ujung dunia, berkat kecanggihan teknologi yang ada. Nampaknya berkat penolakan yang dilakukan Indonesia ini, Filipina mulai ikut-ikut memberikan larangan penyelenggaraan konser Gaga dengan alasan yang sama. Sungguh miris memang, ketika apa yang dianggap sang artis sebagai seni malah diartikan orang lain sebagai metode pemujaan terhadap setan. Siapa tahu itu salah, tapi siapa tahu juga itu benar? Hanya Tuhan yang tahu ……….

 

Well, pada akhirnya rakyat Indonesia, setidaknya, tidak terlalu bosan mendengar kabar-kabar korupsi dan suap yang diganti dengan berita di atas. Meskipun ada kemungkinan hal ini digunakan para pamong negara ini sebagai “pengalih topik”, Indonesia boleh naik pamor.

Untuk tragedi Sukhoi Superjet 100, saya atas nama pribadi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini. Doa saya mengalir untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga para korban dapat beristirahat dalam nama Tuhan Sang Cahaya Illahi dan Sumber Kedamaian, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi peneguhan dan kekuatan dari Allah Bapa sendiri. Semoga juga proses evakuasi segera cepat diselesaikan, begitu juga dengan proses otopsi para korban, sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat merasa lega.

Untuk para fans Gaga, jujur aku lumayan suka lho sama lagunya. Hanya memang penampilannya yang terlalu nyentrik terkadang membuat perut bergejolak, mulas dan mual. Secara pribadi aku mendukung Gaga ke Indonesia, karena mau bagaimanapun, ini hanyalah pertunjukkan seni yang tidak kurang dari 3 jam dan hanya ditonton oleh sekitar 70 ribu penonton di GBK. Bagaimana mungkin dalam waktu yang sesingkat dan penonton yang sesedikit itu bisa mengubah moral bangsa Indonesia menjadi rusak? Tidak sebanding dengan jumlah waktu dunia yang 24 jam ini serta 250 juta penduduk Indonesia yang tidak menontonnya. Kecuali kalau konser ini dapat mengubah penontonnya menjadi zombie dan monster yang dapat menggulingkan pemerintahan sekarang dan menjadikannya negara monster, itu baru beda!!

 

Pada akhirnya, aku meminta maaf di artikel ku ini bila ada kata-kata yang menyinggung atau tidak pantas. Mau bagaimana pun, aku hanyalah manusia biasa yang punya salah. Inilah opini dan pendapatku yang aku keluarkan di negara penuh demokrasi ini. Bagaimana denganmu?

 

R.M.T.B.D.J.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: