Dilema Karya Tulis ala “Putih Abu-abuerz”

Seminggu ini pikiranku bakal selalu terngiang-ngiang dengan kalimat “karya tulis”. Deadline yang tinggal minggu ini membuatku harus memacu energi untuk menyelesaikan dan memperbaiki bab-bab yang sudah aku buat secepatnya sambil konsultasi dengan guru materi karya tulis dan guru bahasa, sebelum tanggal 28, DENG DENG!! Ujian Karya Tulis! 😯

Untung saja aku tidak sendiri.

Karya tulis menjadi tugas wajib bagi anak kelas XI di sekolahku sebagai syarat mutlak untuk mengikuti UN di kelas XII. Hal itu disebabkan karena karya tulis ini bakal menjadi nilai ujian praktek Bahasa Indonesia. Nyicil gitu lah kasarannya, sekalian siswa kelas XI belajar cara membuat karya tulis yang baik dan benar, itung-itung buat masuk kuliah nanti. Siswa diberi waktu 1 tahun pelajaran, ya di kelas XI itu, untuk menyelesaikan karya tulisnya dengan topik yang dipilihnya sendiri sesuai dengan jurusan yang ia ambil. Kalau dia ambil jurusan IPA, ya diharapkan dia ambil topik sesuai dengan mapel Biologi-Matematika-Fisika-Kimia, demikian juga jurusan IPS dan Bahasa. Kalau topiknya nyebrang ke topiknya jurusan lain, wah repot juga. Tapi ada bebrapa temanku yang nyebrang topik ke topiknya jurusan lain, terutama anak IPA yang topiknya itu sebenarnya diperuntukkan untuk anak IPS. Misal anak IPA ngambil topik tentang penjualan saham. Jelas gak ada pelajaran tentang saham-sahaman di jurusan IPA (kecuali saham tentang jual-beli organ tubuh mungkin hehe). Tapi itu untungnya jadi anak IPA. Fleksibel cuy! 😎

Tapi, tidak semua siswa antusias dengan “program wajib” sekolah ini.

Jangka waktu setahun yang cukup panjang membuat cukup banyak teman-temanku terkesan ogah-ogahan dan sering menunda-nunda waktu dalam mengerjakan karya tulis. Padahal penyelesaian karya tulis itu per babnya sudah ditarget selesai per beberapa bulan. Bab 1 yaitu Pendahuluan, ditarget selesai bulan September/Oktober, sedangkan Bab 2 (berisi Landasan Teori) ditargetkan selesai akhir tahun. Bab 3 (Pelaksanaan dan Isi Penelitian) dan bab 4 (Penutup) diberikan sedikit kelonggaran, tapi Bab 3 maksimal harus selesai pada akhir April/awal Mei, sebelum akhir Mei nanti ujian karya tulis diselenggarakan. Alhasil, banyak teman-temanku yang penyelesaian karya tulisnya tidak sesuai dengan deadline, “dikejar” dan “ditargeti” oleh guru-guru dari mapel Bahasa Indonesia dan Sie Kurikulum agar segera menyelesaikan. Bahkan beliau-beliau mengancam untuk mengumpulkan teman-temanku yang telat deadline di salah satu ruangan di sekolah dan disuruh menyelesaikan karya tulisnya di sana sampai selesai targetnya atau kalau sudah disuruh sama gurunya berhenti. Tidak peduli sampai pulan sekolah sekalipun, beliau-beliau dengan setia menunggui mereka sampai mereka selesai menunaikan deadline nya.

Bagaimana dengan aku?

Well, karena ketakutanku akan ancaman guru-guru tadi, plus kerinduanku agar karya tulisku ini cepat selesai, maka kini karya tulisku sudah mencapai tahap finishing. Yah 95% lah. Tinggal menambahi lampiran dan membetulkan format penulisan saja, selesai deh! πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

Tapi bukan berarti aku menyelesaikan karya tulisku ini dengan semangat 45. Whoahaha jangan harap karena aku orangnya pemalas banget, apalagi kalau disuruh ngerjain kayak beginian. Widiiiiih!!

Jujur, sampai bulan Januari, aku belum menyelesaikan Bab 2 ku. Alasan yang paling logis dan masuk akal, adalah karena aku malas mengcopas tulisan-tulisan yang merupakan teori pendukung karya tulisku. Ya kalau sedikit, lha ini? Buanyakk!! Aku pun lebih memprioritaskan pada penyelesaian Bab 3 ku dengan melakukan wawancara terhadap pemilik salah satu usaha laundry terkenal di Malang. Oh ya, aku memilih topik tentang manajemen pemasaran yang dilakukan usaha laundry tersebut. Siapa tahu dengan belajar dan tahu langsung dari ahlinya, aku bisa mempraktekkannya di masa depan dengan membuka usaha yang laris manis (kecuali usaha prostitusi).Β :–P

Mujur Bapa Yang Ada Di Surga mengingatkanku melalui 1 peristiwa yang, maaf, tidak bisa aku beritahukan di sini. Tapi sejak peristiwa itu aku jadi tobat dan mulai menyelesaikan bab 2 selagi menyelesaikan bab 3. Aku pun jadi belajar, tidak mungkin kita bisa melangkah ke bab 3 yang merupakan praktik dan perealisasian penelitian tanpa mengetahui teori dan pengetahuan dasarnya yang dicantumkan dalam bab 2.

Akhirnya, bagi kalian semua yang membaca blog ini, aku mohon doa sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya agar aku bisa menyelesaikan karya tulisku ini tepat waktu, dan ujian karya tulis yang akan aku lalui berjalan dengan sukses dan lancar, sehingga aku bisa mendapatkan nilai yang terbaik, sesuai dengan apa yang aku kerjakan dan usahakan selama setahun ini. Semoga aku bisa mengalahkan rasa malas dan ogah-ogahan ini sampai akhir. Amin!! Doakan juga buat teman-teman seperjuanganku ya! πŸ˜€

Bagi teman-teman tercintaku, terutama dari ISIS, GANBATTE KUDASAI!! Ayo kita kalahkan kartul bersama-sama!!

Selesai bareng, nyantai bareng cooy ;–)

 

R.M.T.B.D.J

 

 

 

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Menjadi Penulis Blog Yang Konsisten dan Disiplin « thenmustcoemi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: