Ketika Lady Gaga(l) ke Indonesia ………

Gambar: Plang konser Lady Gaga di salah satu jalan protokol di Jakarta

Batalnya konser Lady Gaga di Jakarta jelas sangat patut disayangkan, terutama bagi fans Gaga di Jakarta dan penikmat musik tanah air. Padahal pembatalan ini hanya berselang kurang dari seminggu sebelum konser itu digelar. Konser yang sedianya digelar 3 Juni nanti batal akibat banyaknya intervensi dari pihak-pihak yang tidak menginginkan Lady Gaga datang. Seribu alasan dikeluarkan, mulai dari ketakutan bahwa konser Gaga akan menghancurkan moral bangsa, hingga penampilannya di panggung yang tidak sesuai kaidah agama.

Kemarin malam, di Facebook, aku mengeluarkan sebuah status yang berisi pertanyaan-pertanyaan ku dan kekecewaanku terhadap gagalnya Lady Gaga konser di Jakarta. Isinya sebagai berikut;

Ketika Si Lady Gaga(l) ke Indonesia, maka yang perlu ditanyakan, adalah:
1. Apakah moral bangsa ini terlalu rapuh sehingga begitu Lady Gaga datang ke Indonesia, maka moral Indonesia akan menjadi hancur dan masyarakatnya akan menjadi “monster”?
2. Apakah 100% masyarakat Indonesia menolak kedatangan Lady Gaga? Kenapa yang menolak cuma mayoritas masyarakat di Indonesia bagian Barat, sedangkan masyarakat di Indonesia Timur tidak terdengar suaranya samasekali?
3. Apakah tolak ukur negara ini yang menyatakan rusak tidaknya moral bangsa? Kalau katanya Lady Gaga membawa kehancuran moral, kenapa lagu-lagu dan goyangan erotis yang pastinya juga sama-sama menghancurkan moral, masih menghiasi kampung-kampung dan jalanan di pelosok Indonesia? Bukannya seharusnya mereka juga diberantas bukan?
4. Apa motivasi sebenarnya dari pembatalan konser Lady Gaga? Perlindungan budaya Timur, atau, hasil intervensi kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama?
5. Kenapa pemerintah cenderung plin-plan dalam mengambil keputusan?
6. Kenapa hanya Lady Gaga yang dicekal? Bagaimana dengan topik no. 3 yang sudah ditanyakan di atas?

Intinya, apakah ini demi keselamatan moral bangsa? Serapuh itukah moral bangsa ini sehingga mencekal Lady Gaga menjadi satu-satunya pilihan saat ini?
Atau, ada intervensi kelompok tertentu yang memang cenderung anti-Barat?
Atau, ini hanyalah isu pengalihan topik agar para pejabat negara bisa leluasa mencuri uang rakyat tanpa terekspos media?
Lalu bagaimana yang benar selanjutnya?
Membingungkan ………

Beruntung batalnya konser ini tidak berujung pada aksi-aksi anarkis yang tidak diinginkan. Sebaliknya, dukungan dan keprihatinan banyak pihak mulai disuarakan. Bahkan, Lady Gaga sendiri meminta maaf dan turut bersedih atas kejadian ini melalui akun twitternya di @ladygaga. Nah yang aneh, berkat peristiwa ini, Gaga merasa cintanya pada Indonesia mulai tumbuh, dan ia ingin agar kecintaanya diwujudkan dalam suatu hal yang spesial bagi negara ini. Seperti ini tweetnya Gaga kemarin;

 Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di konser-konser selanjutnya. Jika sebuah konser ingin dibatalkan, alasan yang dikemukakan harus tegas dan jelas, serta didukung oleh suara mayoritas bangsa ini.

Oh ya, berkat si Lady Gaga(l) konser, pamor Indonesia boleh naik ke kancah internasional. Kini tidak ada yang tidak tahu seperti apa negara Indonesia itu. Semoga mereka tahu sisi positifnya Indonesia saja =)

R.M.T.B.D.J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: