Misteri Tritunggal Mahakudus: Hayati dengan Iman, Bukan dengan Logika – Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus 2012

Hari Raya Tritunggal Mahakudus dirayakan hari ini, tepat seminggu sesudah Hari Raya Pentakosta. Hari ini, kita umat beriman bersama-sama mencoba merenungkan dan meresapi akan misteri Allah yang paling agung ini.

Memang bukan hal yang tabu lagi, kita para umat beriman masih kebingungan bila dihadapkan akan pertanyaan-pertanyaan bersoal Tritunggal Mahakudus. Bahkan para imam yang akan membawakan khotbah dalam misa ini pun terkadang juga harus membuka materi-materi seminarinya yang mengajarkan tentang Tritunggal Mahakudus. Kenapa membingungkan? JELAS! Bagaimana mungkin Allah bisa ada 3? Jika Tritunggal Mahakudus, maka berarti kalau dianalogikan dalam Matematika adalah 1+1+1=3?

Aku bisa menjawab , TIDAK!

Tritunggal Mahakudus adalah misteri Allah yang paling agung, jauh melampaui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Tak bisa dianalogikan dengan apapun, bahkan dalam rumus Matematika sekalipun. Lalu, bagaimana kita bisa menjelaskan hal ini?

Jujur karena aku bukan pakarnya, aku berikan link ini pada kalian semua, di sini. Di sini dijelaskan secara gamblang tentang Tritunggal Mahakudus. Aku berani mengatakan bahwa aku bukan pakarnya, karena memang, daya otakku sangat terbatas untuk memahami tentang misteri keagungan Allah tersebut. Sama halnya dengan kalian yang membaca artikel ku ini. Otak kita semua terlalu kecil, tidak sebanding dengan Allah yang begitu besarNya, bahkan jauh lebih besar daripada alam semesta ini.

Hari Raya Tritunggal Mahakudus dilatarbelakangi oleh bidaah (ajaran sesat) Arian pada abad ke-4. Arius percaya bahwa Kristus adalah makhluk ciptaan, dan dengan menyangkal keilahian Kristus, dia menyangkal pula bahwa ada Tiga Pribadi dalam satu Hakikat Allah. Penentang Arius adalah St. Athanasius yang tetap memegang ortodoksi iman dengan menuliskan suatu Syahadat Iman yang sampai saat ini tetap diakui oleh Gereja Katolik. (Walaupun banyak opini yang menyatakan bahwa Syahadat ini sebenarnya bukan ditulis oleh St. Athanasius). Hari Raya Tritunggal Mahakudus dipopulerkan di Inggris oleh St. Thomas Becket (1118-1170) setelah mendapat izin otoritas gerejawi. Hari Raya Tritunggal Mahakudus diresmikan menjadi hari raya Gereja universal oleh Paus Yohanes XXII (1316-1334).

Ada sebuah kisah menarik yang dialami sendiri oleh St. Agustinus. Semasa mudanya, dia adalah seorang atheis yang selalu menyela segala hal tentang Allah dengan logikanya.

Dikisahkan, ketika St. Agustinus sedang berjalan-jalan di pantai sambil merenungkan Misteri Tritunggal, ia melihat seorang anak yang telah menggali lubang kecil di pasir dan bolak balik ke dan dari laut membawa air yang dituangkan ke dalam lubang itu. St. Agustinus bertanya kepadanya: “apa yang sedang engkau kerjakan?”

“Saya akan menuangkan seluruh isi lautan ke dalam lubang ini,” jawab anak itu.

“Itu tidak mungkin, seluruh isi lautan tidak akan tertampung di dalam lubang kecil yang kaugali,” kata St. Agustinus.

Anak itu menjawab: “Dan Engkau tidak akan dapat menampung Misteri Tritunggal di dalam otakmu yang kecil.” Kisah ini berakhir dengan hilangnya anak itu seakan St. Agustinus telah berbicara dengan seorang malaikat.

Kisah tersebut menceritakan tentang ketidakmampuan akal budi manusia untuk memahami Misteri Tritunggal. Tritunggal Mahakudus bukanlah suatu doktrin akademis, tetapi suatu realitas terdalam  kehidupan iman kita. Itulah realitas hidup Ilahi, yakni Allah beserta kita, Allah di dalam kita yakni Bapa, Putra, dan Roh Kudus yang aktif di dalam diri kita. Kita mengambil bagian dalam hidup Ilahi itu, yang memberi perspektif hidup beriman kita di dunia.

Dengan demikian, pada hari Raya Tritunggal Mahakudus ini, kita diundang untuk merenungkan dan menimba kekayaan Tritunggal Mahakudus. Ada dua hal pokok yang perlu kita renungkan yakni: pertama, kita disadarkan akan rahmat baptisan yang telah kita terima. Sakramen Permandian menandai kita sebagai seorang anggota Gereja dan terutama karena kita telah diangkat menjadi “anak Allah”. Dengan menjadi “anak Allah”, dosa asal kita pun telah dihapuskan oleh rahmat baptisan itu. Inilah identitas penting bagi setiap orang Katolik/Kristiani. Tentu saja hal ini membawa konsekuensi bagi hidup kita, yakni hidup selaras dengan panggilan itu. Kedua, setelah kita disatukan dengan Allah Tritunggal lewat Sakramen Permandian, kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah. Pewartaan itu telah menjadi bagian dalam hidup kita sendiri. Kita diutus untuk menjadi Nabi-Nabi Cinta Kasih, menjadi saksi akan Kasih Allah kepada dunia. Kita membaptis dunia ini lewat kesaksian hidup kita di tengah dunia yang sedang bergolak ini. Kesatuan kita dengan Allah Tritunggal itulah yang harus selalu kita mantapkan dengan selalu membuka hati bagi karunia Allah yang tak kunjung henti itu. Memang tidak mudah untuk mengerti Misteri Agung Tritunggal Mahakudus itu, namun yang dibutuhkan adalah Kerendahan Hati untuk menyadari keterbatasan kita dan keagungan Allah. Siapkah kita untuk menjadi pewarta kasih di jaman sekarang ini? (dikutip dari http://sdbindonesia.org/?p=2857)

Nah dari kutipan di atas, aku pikir kita tidak usah terlalu berat memikirkan Tritunggal Mahakudus. Yang penting adalah bagaimana kita mengimaninya dengan segenap hati sebagai pengikut Kristus. Logika tidak bisa dicampur adukkan dengan iman, sebab logika terlalu dangkal, dan iman terlalu tinggi. Mari kita doakan supaya kita jangan terlalu mementingkan akal logika kita, tetapi lebih daripada itu, kita hayati kasih Allah melalui rencana keselamatanNya yang agung dengan berbuat baik pada sesama demi kemuliaan namaNya. Amin.

Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.
amin.

 

R.M.T.B.D.J

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. ferry
    Nov 08, 2012 @ 21:49:26

    Alkitab dari halaman pertama sampai halaman terakhir menceritakan tentang Allah. Misteri Allah sudah terungkap dalam 66 buku dalam Alkitab. Allah yang layak disembah adalah Allah yang punya satu pribadi, dan Yesus tidak sama dengan Allah Bapa. Please sebelum bilang saya sesat, tinjau dulu ayat2 di bawah ini yang mengatakan bahwa Allah Bapa itu hanya satu, dan Yesus tidak sama dengan Allah Bapa, Allah Bapa lebih besar daripada Yesus.

    Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! 5 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:4)

    Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, (Yesaya 45:5-6)

    Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1 Tim 2:5)

    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. (Lukas 18:19).

    Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)

    Hanya ada satu Allah yaitu Yehova, di Alkitab ditulis TUHAN (huruf besar semua). Yesus adalah sang juruselamat yang terurapi, sang messias, adalah pribadi yang nomor dua yang tertinggi setelah Allah Bapa. Malaikat2 Allah pun tunduk kepada Yesus, itu makanya Dia disebut Tuhan (tuan, Inggris: Lord), kurios, sang penguasa; karena semua otoritas di atas bumi sudah diberikan kepada Yesus.

    Tolong diteliti kembali sejarah di abad ke-4, dari mana asal usul ajaran tritunggal. Apakah ini ajaran yang sudah ada pada abad pertama, atau ajaran yang baru? Apakah rasul Paulus, Petrus atau Yohanes mengganggap ajaran ini penting? Kalau iya, mengapa tidak ada pengajarannya secara eksplisit dalam salah satu surat mereka? Kenyataan bahwa pertikaian Arius di abad ke-4, perlu dicurigai siapa yang membawa ajaran yang ‘baru’, karena pertikaian tersebut terjadi di Alexandria, salah satu pusat pengajaran filosofi Yunani pada saat itu.

    Balas

  2. Coemi
    Nov 15, 2012 @ 13:52:35

    trima kasi atas tanggapannya,saya senang ada yg mau menanggapi artikel saya ini ……
    sblmnya boleh saya tau anda berasal dari denominasi mana?
    biasanya sekte/denominasi yg menolak konsep Trinitas adalah Saksi Yehuwa, terlebih anda mnyebut nama Allah sebagai “Yehova” yg biasanya diucapkan oleh orang2 saksi Yehuwa.

    Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! 5 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:4)

    Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, (Yesaya 45:5-6)
    ————————————————————————————————
    Menarik sekali kalo anda lihat bahwa kitab2 ini ditulis pada masa Perjanjian Lama, di mana orang2 Israel masi belum mengenal Yesus. Mereka cuma mengetahui nubuatan tentang Juru Selamat, yakni Sang Mesias. Cuma itu, tidak ada yang lain.
    Dan juga, mari kita lihat situasi pada zaman tsb. Kaum Yahudi sdg dalam masa2 dilema, di mana banyak penyembah2 berhala berkeliaran di mana2. Allah pun jelas gusar melihat ciptaanNya tersesat pada dewa2 lain, makanya Dia memakai Yesaya dan nabi2 di zamannya untuk menubuatkan tentang Dia dan rencana keselamatanNya.
    Hampir sama dengan situasi Markus 12:29, di mana Yesus berusaha meluruskan ajaran2 yang diselewengkan oleh pemuka2 Yahudi di masa itu.

    Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1 Tim 2:5)
    ————————————————————————————————
    Kata tersebut memang tidak menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah, tapi kalau anda cermati bahwa banyak sekali ayat2 dalam Kitab Suci, terutama di perjanjian Baru yg memuat bahwa Yesus adalah Allah, seperti 1Tim 1:1. Dekat sekali dgn ayat yg anda sadur bukan? =)

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. (Lukas 18:19).
    ———————————————————————————————–
    Sebenarnya ayat ini digunakan oleh Yesus untuk mempertegas kodrat Ilahi-Nya. Di ayat 17 dikatakan “..Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Dengan demikian, Yesus ingin mengatakan “Engkau menyebut bahwa Aku adalah Guru yang baik. Aku mengatakan bahwa yang baik hanyalah Allah saja. Oleh karena itu, apa yang kau katakan bahwa aku adalah Guru yang baik adalah benar, karena Aku adalah Allah.” (jawaban ini saya sadur dari http://katolisitas.org/3643/kerjasama-antara-rahmat-dan-kehendak-bebas-dalam-diri-bunda-maria)

    Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)
    ————————————————————————————————-
    Pernyataan dan pertanyaan anda sudah mendapat jawaban di sini http://katolisitas.org/1953/bapa-lebih-besar-daripada-aku-yoh-1428

    Saya persilahkan anda lihat di sini untuk mendapatkan penjelasan lebih tentang Yesus Kristus dan konsep Trinitas
    http://katolisitas.org/2506/yesus-sungguh-allah-sungguh-manusia#protestant-kenotic-christology-apakah-itu
    http://katolisitas.org/563/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi

    Mohon maaf bila saya jauh lebih banyak memberikan saduran untuk dibaca, sebab saya lebih mempercayakan topik2 seperti ini pada ahlinya. Selamat membaca, Tuhan memberkati =)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: