The Truth of Michael Jackson: His Life and Legacy

“Michael Jackson. Siapa yang tidak kenal dengan musisi yang satu ini? Semua orang pasti setuju, bahwa Michael Jackson adalah mahabintang. Ya, siapa yang dapat mengalahkannya, selain Tuhan sendiri? Belum ada bagiku. Aku sudah mengenal Michael selama 8 tahun terakhir, paling tidak pertama kali aku melihatnya sewaktu aku masih kecil, kalau tidak salah di RCTI. Konser-konser spektakulernya selalu membuatku terpana, musik-musiknya selalu membuatku tidak dapat berhenti berdansa. Wow, dia benar-benar memainkan perasaan banyak orang.”

 – B. Diptyarsa –

Banyak orang bilang bahwa Michael Jackson adalah “anak ajaib”. Betapa tidak. Penampilannya di The Ed Sullivan Show bersama Jackson 5 telah membuka mata masyarakat Amerika waktu itu akan talenta musik Michael yang tidak biasa. Apalagi sewaktu Michael memperkenalkan tarian moonwalk di Motown 25th Anniversary pada tahun 1983 beserta album Thriller nya yang mencapai rekor penjualan lebih dari 100 juta keping pada masa itu mengantarkan Michael menjadi superstar. Sembilan tahun setelahnya, berbagai macam prestasi serta album-album fenomenalnya masih menghantarkan Michael pada masa keemasan sampai kasus pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya. Sejak saat itu karirnya mulai meredup, bahkan merosot di awal abad ke-21. Kematiannya di tahun 2009 boleh dianggap sebagai satu hal yang, mau tidak mau, mendongkrak kembali nama Michael hingga setenar era 80-90an.

Mungkin bagi kalian, aneh, bahwa orang yang sudah meninggal masih dapat terkenal, bahkan 3 tahun setelah kematiannya. Jumlah fansnya meningkat drastis hingga 95% di seluruh dunia, mengalahkan jumlah fans Elvis Presley, John Lennon, dan teman-teman seangkatannya. Bagaimana hal itu bisa terjadi dalam diri Michael? Hal apakah yang dapat membuatnya terkenal?

Well, sebelum pertanyaan-pertanyaan tersebut aku jawab, terlebih dahulu aku akan membeberkan fakta-fakta menarik seputar Michael yang mungkin kalian tidak tahu. Jujur aku merasa jengkel bahwa banyak orang-orang membenci Michael karena sebab yang tidak jelas, bahkan mereka sendiri tidak dapat mempertanggungjawabkan apa yang mereka benci itu. Membenci tapi tidak bisa memberi bukti, tahu kan maksudku? Nah bagi kalian yang termasuk dalam kategori tersebut, silahkan membaca fakta-fakta berikut ini;

 

Masa Kecil Tidak Selalu Membahagiakan

Yah, setiap anak kecil pasti punya masa-masa bahagianya sendiri. Merasakan bagaimana rasanya berteman dan bermain bersama dengan teman-teman, bermain ski atau bola, hangout bareng, nonton bioskop, dan sebagainya, semua pasti pernah merasakan masa-masa bahagia sewaktu kecil. Namun tidak dengan Michael.

Bagi Michael, dia adalah satu-satunya anak yang paling kesepian di dunia. Bakatnya yang dinilai lebih daripada semua saudaranya membuat Joe Jackson, ayahnya, sangat ingin menjaga kualitas performa Michael dengan menyuruhnya terus berlatih dan berlatih. Sedikit jam istirahat, tanpa ada jam bermain, dan latihan terus menerus, hal inilah yang dirasakan Michael semasa kecil. Mungkin karena tekanan ekonomi lah yang membuat Joe menjadi kalap dan terus menekan Michael dengan latihan dan latihan. Siksaan fisik dan verbal kerap dirasakan Michael, dan tentunya hal ini membuat dirinya sangat terluka batin. Seperti perkataan-perkataannya berikut ini;

“When I was a kid, I was denied not only a childhood, but I was denied love. When I reached out to hug my father, he didn’t hug me back. When I was scared on an airplane, he didn’t put his arm around me and say, “Michael, don’t worry. It’s going to be OK.” When I was scared to go on stage, he said, “get your ass on that stage.” … I will never deny a child love. If it means that I have to be crucified or put in jail for it, then that’s just what they’re going to have to do.”

– Michael Jackson, dalam sebuah wawancara dengan produsernya –

“Not only were we practicing, we were nervous rehearsing, because he would sit in a chair with a belt in his hand, and if you didn’t do it the right way, he would tear you up. Really get you…We were terrified of him. So terrified, I can’t tell you. I don’t think he realized how scared…scared…I mean SCARED. So scared that I would regurgitate. (with emphasis) Mmm-hmm. (reporter asks Michael what caused the reaction) His presence, just seeing him…And I was so fast, he wouldn’t catch me half the time, but when he did, oh my God, it was bad.”

– Michael Jackson, dalam acara “Living with Michael Jackson” tahun 2002 –

“Yes, and I had pimples so badly it used to make me so shy. I used not to look at myself. I’d hide my face in the dark, I wouldn’t want to look in the mirror and my father teased me and I just hated it and I cried everyday.”

– Michael Jackson –

“And I remember going to the record studio and there was a park across the street and I’d see all the children playing and I would cry because it would make me sad that I would have to work instead.”

– Michael Jackson –

Pengaruh masa kecilnya itulah yang membuat Michael menjadi sangat sensitif dan mengalami tekanan batin hebat. Hal itu juga membuat Michael menjadi pribadi yang tertutup, yang sangat merindukan adanya teman dan waktu untuk bermain. Michael sendiri menceritakan bahwa dirinya kerap menangis karena merasa kesepian.

“People think they know me, but they don’t. Not really. Actually, I am one of the loneliest people on this earth. I cry sometimes, because it hurts. It does. To be honest, I guess you could say that it hurts to be me.”

-Michael Jackson –

“And I remember going to the record studio and there was a park across the street and I’d see all the children playing and I would cry because it would make me sad that I would have to work instead.”

– Michael Jackson –

“I put a lot of mannequins in my room in the past, and I still have mannequins in my room, because I used to be very lonely, painfully lonely. You have no idea. I used to walk the streets looking for people to talk to. I’m talking about the height of one’s career…. I would walk up to them, strangers, and say, “will you be my friend?” They’d go, “my god, Michael Jackson!” and that’s not what I wanted.”

– The Michael Jackson Interview: The Footage You Were Never Meant to See (2002) –

Namun apakah Michael terus menyimpan dendam atas masalah-masalah di masa kecilnya ini? TIDAK!

Salah satu hal yang perlu dicontoh dari Michael adalah kebesaran hatinya menerima kejadian di masa kecilnya itu dan memaafkan ayahnya dengan tulus. Seperti artikelku sebelumnya di The Power of Forgiving, memaafkan adalah kunci utama dalam penyembuhan luka batin.

“I have begun to see that even my father’s harshness was a kind of love. An imperfect love, to be sure, but love nonetheless. He pushed me because he loved me, because he wanted no man to ever look down at his offspring. Now with time, rather than bitterness I feel blessing .… My initial fury has slowly given way to forgiveness.”

– Michael Jackson, dalam pidato bertajuk “Heal the Kids” di Oxford Union tahun 2001 –

 

Prestasi yang Terlalu Tinggi

Michael itu punya aura superstar yang tidak dimiliki saudara-saudaranya. Ditambah lagi dengan bakat dan ide-ide kreatifnya, nama Michael langsung melambung tinggi berkat lagu-lagu dan tariannya yang fenomenal. Sebenarnya nama Michael sudah melambung sejak dirinya bergabung dengan saudara-saudaranya dalam Jackson 5. Sebagai lead vocalist, tentu Michael mendapatkan jauh lebih banyak perhatian ketimbang saudara-saudaranya yang lain. Lagu-lagu yang dibawakan oleh Jackson 5 ternyata menjadi hits yang populer di masa itu. Sebut saja I’ll be There, I Want You Back, dan Dancing Machine.

Kemudian di tahun 1979 saat Michael mengeluarkan album solo perdananya, Off the Wall, dengan lagu ciptaannya sendiri yang pertama, Don’t Stop ’till You Get Enough, berhasil memperoleh prestasi yang membanggakan, yaitu masuk dalam urutan ke-3 dalam Billboard 200 dan terjual hingga 20 juta kopi di seluruh dunia pada saat itu. Setahun sebelumnya, Michael sempat berperan menjadi Scarecrow dalam film The Wiz, berkolaborasi bersama dengan penyanyi Diana Ross. Michael juga sempat menggarap soundtrack film tersebut, serta film E.T.: The Extra Terrestrial pada 1982. Nah dalam perkembangannya, Michael bertemu dengan Quincy Jones, seorang produser musik, yang akhirnya sepakat bekerja sama dengan Michael dan menjadi manajernya. Nah di sinilah, karir Michael Jackson yang sesungguhnya telah dimulai.

Ketika album Thriller lahir pada 1982 dengan tarian zombie nya, lengkap dengan Billie Jean dengan moonwalknya, serta Beat It yang lekat dengan jaket merah Michael, namanya langsung melambung tinggi. Bayangkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, album ini berhasil menundukkan Billboard 200 selama hampir setahun penuh. Album ini pun berhasil memaksa acara musik MTV yang terkenal rasis untuk mengakui kehebatan Michael Jackson yang berasal dari golongan kulit hitam. Hal ini dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan kulit hitam setelah Martin Luther King, Jr. dan Malcolm X. Album ini pun berhasil menggaet 8 piala Grammy Awards, jauh lebih banyak dari artis manapun yang pernah memenangkan Grammy, bahkan sampai sekarang pun, rekor itu belum pernah terpecahkan.Yang lebih membanggakan, albumnya terjual hingga lebih dari 100 juta di seluruh dunia. Tidak ada artis yang dapat menjual album sebanyak dalam waktu yang sesingkat itu sebelumnya, bahkan sampai sekarang pun.

Tidak cukup sampai di sini, album Bad, Dangerous, dan HIStory yang ia telurkan secara berturut-turut berhasil membuat hits yang sangat terkenal. Sebut saja Smooth Criminal dengan gaya lean 45 derajat, lalu Black or White, banyak sekali lagu-lagunya yang telah menjadi icon dalam masyarakat dunia. Mau tidak mau, musisi-musisi dunia harus mengakui, bahwa Michael Jackson lah pelopor perkembangan industri musik modern. Michael Jackson lah yang pertama kali menggunakan penari latar dalam konsernya. Michael Jackson lah yang pertama kali menggunakan layar besar di samping kiri-kanan panggung agar penonton bisa melihat aksinya dari kejauhan. Michael Jackson lah yang pertama kali memadukan konsep film dengan lagu, menghasilkan apa yang sekarang dikenal dengan sebutan video klip. Kalau Anda sekarang dapat menikmati dan menggemari ratusan video klip Korea, yang sekarang telah membuat dunia menjadi K-Pop fever/Korea fever, berterima kasihlah pada Michael Jackson, sebab Michael Jackson lah yang telah mempelopori jalannya industri musik modern, dan secara tak langsung, menginspirasi para musisi Korea untuk berkreasi mengalahkan dunia musik Amerika.

Apakah Michael Jackson penyelamat industri musik dunia? Ya! Jika tidak ada Michael Jackson, mungkin saja video klip-video klip sekarang masih sama seperti dulu, tanpa ada adegan-adegan menegangkan layaknya film, cuma video orang menyanyi dengan sesekali adegan penyanyi tersebut berjalan-jalan/mengendarai mobil.

Michael Jackson memang jenius. Kejeniusannya dalam dunia musik tidak diragukan lagi. Hal itulah yang membuatnya dinobatkan menjadi “King of Pop, Rock, and Soul” oleh artis senior Elizabeth Taylor pada malam penghargaan BRE Awards tahun 1989. Bahkan di awal abad ke-21, Michael Jackson didaulat menjadi “Most Successful Entertainer Of All Time” oleh Guinness World of Records setelah pencapaian penjualan seluruh albumnya yang mencapai 750 juta buah di seluruh dunia. Namun hal itulah yang membuat banyak orang iri padanya. Segala hal yang ia lakukan selalu menjadi sorotan, bahkan hal-hal yang terkecil sekalipun, membuat Michael menjadi merasa tidak nyaman. Hingga pada akhirnya nama baik Michael “terbunuh” karena pemberitaan media, Michael menjadi sangat membenci segala macam berkaitan dengan pers, media, apalagi paparazzi. Tentu saja kita tahu bagaimana sifat dari media massa untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, dengan mengarang berita picisan yang tentu saja tidak sesuai fakta dan menjualnya tanpa memikirkan nama baik yang bersangkutan. Nah, itu yang terjadi pada Michael. Banyak orang membenci dia karena apa yang tertulis di media massa tersebut tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“People write negatives things, cause they feel that’s what sells. Good news to them, doesn’t sell.”

– Michael Jackson –

“It’s a complete lie, why do people buy these papers? It’s not the truth I’m here to say. You know, don’t judge a person, do not pass judgement, unless you have talked to them one on one. I don’t care what the story is, do not judge them because it is a lie.”

– Michael Jackson –

“Like the old Indian proverb says, do not judge a man until you’ve walked 2 moons in his moccosins.
Most people don’t know me, that is why they write such things in wich most is not true. I cry very very often because it hurts and I worry about the children, all my children all over the world, I live for them.
If a man could say nothing against a character but what he could prove, history could not be written.
Animals strike not from malice but because they want to live, it is the same with those who criticize, they desire our blood not our pain. But still I must achieve I must seek truth in all things. I must endure for the power I was sent forth, for the world for the children.”

– Michael Jackson dalam tulisannya di Majalah People, 12 Oktober 1993 –

“The minute I started breaking the all-time record in record sales—I broke Elvis’s records, I broke Beatles records—the minute it became the all-time best-selling album in the history of the Guinness Book of World Records, overnight they called me a freak. They called me a homosexual. They called me a child molester. They said I bleached my skin. They made everything to turn the public against me.”

– Remarks at National Action Network headquarters (9 July 2002) –

“Mengapa Anda tidak melaporkan saja ke masyarakat bahwa saya adalah alien dari Mars. Bilang kepada masyarakat bahwa saya memakan ayam hidup-hidup, dan melakukan tarian voodoo di malam hari. Tentu masyarakat akan percaya dengan yang Anda katakan karena Anda adalah seorang reporter. Tetapi bila saya, Michael Jackson, yang mengatakan, “Saya adalah alien dari Mars, saya memakan ayam hidup-hidup, dan saya melakukan tarian voodoo di malam hari,” masyarakat akan berkata, “Ya ampun, Michael Jackson sudah gila, dia hancur. Lebih baik kamu tidak mempercayai ucapannya.””

– Michael Jackson dalam suatu wawancara tahun 2004 –

Satu hal dari pemberitaan media yang paling dibenci Michael adalah soal pemberian nama “Jacko”. Tahukah kalian, Michael Jackson sangatlah membenci nama itu. Aslinya yaitu “Wacko Jacko”, artinya “Jacko Gila”, terang saja nama ini ditiru banyak media untuk menyebut nama Michael. Sangat tidak sopan, jelas. Aku mencoba berpikir bahwa uang telah memudarkan nilai moral suatu berita. Yang penting mereka bikin berita, dapat uang, beres. Hmm mengerikan memang.

Michael Jackson: There’s a time for this, and this you should not do. You should not go out and say, ‘Oh he’s Jacko’. I’m not a “Jacko”. I’m “Jackson”.

Walters: How do you feel when people call you..

Jackson: Yeah, “Wacko Jacko”. Where’d that come from? Some English tabloid. I have a heart and I have feelings, I feel that, when you do that to me. It’s not nice. Don’t do it. I’m not a wacko.

– Wawancara Jackson dengan Barbara Walters tahun 1998 –

Albumnya yang terakhir, Invincible, merupakan akhir dari masa kejayaannya. Penjualannya anjlok, kurang dari 10 juta di seluruh dunia. Tidak adanya tur dunia seperti album-album sebelumnya semakin membuat penjualannya menurun drastis. Hal ini benar-benar sangat memalukan, dan bagi Michael sendiri, ini merupakan salah satu dari sekian konspirasi yang dilakukan pihak Sony, selaku tempat di mana musik-musik Michael bernaung selama ini, untuk menyingkirkan Michael sebagai “produk lama” dari dunia musik dan menggantinya dengan kaum muda yang dinilai lebih sesuai dengan zaman. Bahkan ia menyebut presiden direktur Sony waktu itu, Tommy Mottola sebagai otak dari gagalnya album Invincible di pasaran.

“The record companies really do conspire against the artists. They steal. They cheat. They do whatever they can, especially the black artists.… Sony’s Tommy Mottola is the president of the record division. He is mean. He is a racist, and he’s very, very, very devilish.”

– Michael Jackson dalam National Action Network headquarters, 6 Juli 2002 –

Well, mau tidak mau, bahwa memasuki abad ke-21, nama baik Michael Jackson hancur karena perlakuan media massa yang memberitakan Michael secara hiperbola, melebih-lebihkan dan sangat merusak reputasinya. Lengkap sudah penderitaan Michael akibat perlakuan mereka.

 

Operasi Plastik dan Pemutihan Kulit: TIDAK SEMUA BENAR!!

Ini adalah 2 topik yang paling sering diperbincangkan kalau berkaitan dengan Michael Jackson. Yang katanya Michael Jackson memutihkan kulitnya dan melakukan ribuan operasi plastik karena tidak ingin mirip dengan ayahnya, tidur di kamar tidur oksigen untuk menjaga kulitnya agar tetap putih, dan lain sebagainya, woow itu membuat fansnya sampai tertawa terbahak-bahak karena berita yang beredar sangat-sangat tidak bermutu. Namun, apakah Michael benar melakukan itu?

“OK, number one. There, as I know of, there is no such thing as skin bleaching… I have a skin disorder that destroys the pigmentation of the skin, it’s something that I cannot help, OK? But, when people make up stories that I don’t want to be who I am, it hurts me…it’s a problem for me, I can’t control it.”

– Michael Jackson saat diwawancarai Oprah tahun 1993 –

Di tahun 1986, Michael Jackson divonis dokter mengidap vitiligo -suatu penyakit di mana kulit tidak dapat memproduksi pigmen warna karena adanya kerusakan pada jaringannya, sehingga timbul bercak-bercak putih pada kulitnya- dan lupus -suatu penyakit di mana tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri- yang membuat Michael harus mengalami perawatan secara serius selama beberapa tahun. Sama seperti penderita vitiligo pada umumnya, Michael terpaksa harus akrab dengan make up untuk menutupi dan menyamarkan bagian-bagian tubuhnya yang terkena vitiligo, khususnya muka dan tangan. Salah satu asisten Michael Jackson sendiri mengaku bahwa Michael menghabiskan waktu hingga berjam-jam sebelum tampil manggung hanya untuk menutupi kulitnya yang memutih akibat vitiligo, bahkan pernah seluruh bagian tubuh Michael dilapisi dengan make up hanya agar para fans nya tidak mengetahui transformasi kulit Michael yang, padahal, semakin jelas terlihat. Sementara di saat yang sama, lupus yang ia derita telah membuatnya sensitif tehadap sinar matahari. Hal itulah yang menjadi alasan kuat kenapa Michael selalu menggunakan masker dan payung untuk melindungi dari kulitnya dari sinar matahari.

Seperti yang dijelaskan dalam http://forum.kompas.com/sains/87924-vitiligo.html, vitiligo tidak bisa disembuhkan. Cepat atau lambat, apapun usaha yang dilakukan Michael untuk menjaga agar kulitnya tetap hitam hanya akan membuang uangnya dengan sia-sia. Apalagi saat itu, hanya ada 2 metode yang dapat dilakukan para penderita vitiligo. Memperlambat jalannya penyakit ini dengan obat-obatan yang mahal, atau menyamakan kulit yang hitam dengan kulit yang menderita vitiligo. Michael memilih opsi kedua, dengan pertimbangan bahwa bila kulitnya diputihkan, maka ia tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah banyak lagi untuk merawat kulitnya yang memutih itu. Akhirnya, secara perlahan, kulitnya mulai memutih saat Bad era (1987-1991) dan menjadi benar-benar putih saat Dangerous era (1992-1994). Aku tidak begitu tahu awal dan akhir tahun tiap era, tapi kira-kira di tahun itulah Michael mulai menjalani terapi pemutihan kulit. Meskipun Michael mengaku bahwa penyakitnya ini adalah penyakit turunan dari kakeknya dan mulai terjadi saat pengerjaan album Off The Wall atau Thriller (sekitar tahun 1978 atau 1982), namun nampaknya penyakit ini mulai menjalar dengan cepat saat umurnya menjelang 30 tahun.

Nah, sekarang soal operasi plastik. Sebelumnya, ku akan membawa kalian ke tahun 1979, yaitu saat Michael terjatuh dari panggung saat melaksanakan konser Off The Wall Tour bersama saudara-saudaranya, yang mengakibatkan hidungnya patah. Saat itulah pertama kalinya Michael berkenalan dengan operasi plastik, dan itu hanya dilakukan untuk memperbaiki konstruksi hidungnya yang patah. Michael memang sempat melakukan operasi plastik sebanyak 2x di Thriller era, meskipun hasilnya tidak begitu mencolok. Kemudian di Bad era, Michael memang terlihat sudah melakukan operasi plastik dengan melancipkan dagu dan mempermanenkan alis. Sekali lagi ia melakukan operasi plastik pada Dangerous era, HIStory era (1995-1997), dan Blood of The Dancefloor era (1998-2000), masing-masing hanya sekali.

Menurut sumber yang aku baca dari sesama fans Michael Jackson, hidung Michael mulai digantikan oleh hidung tiruan yang disebabkan oleh rusaknya struktur hidung asli Michael, kemungkinan besar karena kesalahan perawatan, baik yang dilakukan para dokter yang mengoperasinya maupun Michael sendiri. Alhasil, sejak saat itu hidung Michael terlihat banyak berubah, seperti mengisyaratkan bahwa Michael selalu mengoperasi dan mengubah hidungnya setiap saat. Kemungkinannya hanya 1, yaitu Michael punya koleksi hidung tiruan dalam jumlah banyak. Kemungkinan besar salah satu tujuan Michael menggunakan masker, selain melindungi wajahnya dari sinar matahari, juga untuk menyembunyikan muka nya bila ia sedang malas memakai hidung tiruan.

Menurut kalian, mengapa Michael ingin melakukan operasi plastik? Banyak teori yang berkembang, namun aku rasa semua itu terlalu mengada-ada. Michael Jackson sangat mencintai kulit hitamnya, mencintai asalnya, rasnya, seperti yang ia katakan berikut;

“I know my race. I just look in the mirror. I know I’m black.”

– Michael Jackson dalam National Action Network headquarters, 9 Juli 2002 –

“I’m a black American, I am proud of my race. I am proud of who I am. I have a lot of pride and dignity.”

– Michael Jackson –

Penyakit vitiligo setidaknya telah merenggut apa yang ia banggakan itu. Meskipun begitu, kebanggan Michael tidaklah pernah berubah. Bahkan ia sempat menulis lagu “They Don’t Really Care ABout Us” sebagai wujud kekecewaannya pada sikap orang-orang yang masih mementingkan ras dan perbedaan. Bagi Michael, kita semua adalah satu ciptaan Tuhan, meskipun berbeda-beda asal, rupa, warna kulit, keyakinan, dan suku, tapi Tuhan telah menyatukan perbedaan-perbedaan itu menjadi 1 dunia.

Ada yang bilang Michael ingin melakukan operasi plastik karena rasa kebenciannya yang mendalam pada ayahnya, karena ia tidak ingin wajah penyiksa dan kejam ayahnya ada dalam dirinya. Namun hal ini tidaklah sepenuhnya dapat dibuktikan, karena Michael sangat mencintai dan menghormati ayahnya, apapun yang terjadi, seperti yang ia utarakan dalam wawancaranya di Oprah tahun1993.

Aku punya teori tersendiri mengenai hal ini. Michael adalah seorang yang perfeksionis dan artistik. Ia sadar bahwa cepat ataupun lambat, ia akan menjadi orang kulit putih karena penyakitnya itu, dan ia sadar, bahwa karakter wajahnya itu samasekali tidak akan cocok dengan karakter wajah orang kulit putih. Oleh karena itu, sama seperti keputusannya agar kulitnya yang menyesuaikan dengan penyakitnya, maka Michael pun berkeputusan  menyesuaikan wajahnya dengan penyakitnya juga, agar seimbang dan serasi antara wajah dan kulit. Itu teoriku yang paling masuk akal sekarang ini, setidaknya.

Tapi 1 hal yang membuat wajah Michael selalu terlihat berbeda adalah rambutnya. YA! Michael dalam setiap era selalu mengubah gaya rambutnya menjadi lebih modern. Mungkin saja Michael berusaha menyesuaikan model dan gaya berpakaian yang selalu berubah-rubah tiap saat dengan turut mengubah gaya rambutnya, sebab Michael adalah sosok yang sangat fashionable. Meskipun begitu, aku sangat tidak suka kalau Michael meluruskan rambutnya saat memasuki abad ke-21. Lebih baik Michael tetap mempertahankan rambut keritingnya yang sangat iconic, sebab gaya rambutnya itulah yang turut menjadikan Michael sebagai legenda fashion.

Oh ya, kalian mungkin pernah mendengar, bahkan melihat foto Michael yang sedang tidur di hyperbaric chamber. Benda ini merupakan sejenis alat terapi oksigen yang digunakan untuk perawatan luka bakar yang serius. Sejak kecelakaan yang menimpa Michael saat pengerjaan iklan Pepsi yang membuat rambutnya terbakar pada 1984, Michael diharuskan tidur di tempat ini untuk mempercepat pemulihan luka bakar. Hanya saja berita-berita yang muncul di surat kabar saat itu malah menyatakan bahwa Michael tidur di benda itu agar dapat membuat Michael awet muda, lalu mempercepat proses pemutihan kulit, dan banyak berita picisan lainnya yang terdengar sangat konyol. Akhirnya setelah sekian lama memakainya, Michael menjualnya kepada rumah sakit untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami luka bakar.

 

Michael Jackson dan Anak-Anak: Suatu Kepolosan yang Dianggap Bencana

Michael Jackson sangat mencintai anak-anak. Ia bahkan menganggap dirinya masih anak-anak. Hal ini wajar, sebab semasa kecil ia tidak pernah merasakan indahnya dunia anak-anak. Michael Jackson pernah berkata bahwa sebelum dirinya beranjak remaja, ia adalah seorang veteran. Ya, veteran musik tentunya. Mestinya terbalik kan? Namun hal inilah yang dialami Michael. Oleh karena itu, Michael berinisiatif untuk menjadikan masa-masa dia berkarir sebagai masa-masa untuk merasakan bahagianya menjadi anak-anak. Ia mendirikan Neverland, taman bermain impiannya, dan selalu menyamakan dirinya dengan Peterpan, tokoh animasi Disney yang selalu ingin menjadi anak kecil, tidak ingin tumbuh dewasa. Ia bermain dengan anak-anak kecil, akrab dengan mereka semua, termasuk pemeran film Home Alone, Macaulay Culkin, bahkan tidur bersama dengan mereka. Ini yang memang dianggap sangat aneh bagi orang-orang banyak. Michael Jackson punya pembelaannya sendiri terkait dengan hal ini.

“Children show me in their playful smiles the divine in everyone. This simple goodness shines straight from their hearts and only asks to be lived.”

– Michael Jackson –

“In their innocence, very young children know themselves to be light and love. If we will allow them, they can teach us to see ourselves the same way.”

– Michael Jackson –

“The Wizard Of Oz” has secrets that are just too much. Or “Peter Pan” – the whole ‘lost boys’ thing is just incredible. They’re not childlike at all, they’re really, really deep; you can rule your life by them. Or say ‘child-like’, because children are the most brilliant people of all, that’s why they relate to those stories so well. Fairy-tales are wonderful.”

– Michael Jackson –

“Why can’t you share your bed? That’s the most loving thing to do, to share your bed with someone. You say, ‘You can have my bed if you want it. Sleep in it. I’ll sleep on the floor. It’s yours.’ I always give the beds to the company.”

Michael Jackson, dalam acara “Living with Michael Jackson” tahun 2002

Apapun alasan Michael, apapun ketulusan Michael untuk membantu anak-anak agar mereka tidak mengalami hal yang sama dengan Michael sewaktu kecil, nampaknya media massa tidak peduli dan terus meracuni masyarakat dengan berita yang tidak benar. Gara-gara ini pula, Michael Jackson membatalkan Dangerous World Tour di beberapa kota di leg ke-3 dan seluruh konser di leg ke-4, termasuk Indonesia. Indonesia sedianya masuk leg ke-3, lalu dipindahkan ke leg ke-4. Semua itu batal karena kasus pelecehan seksual yang dituduhkan pada Michael pada November 1993. Pada akhirnya diketahui bahwa kasus itu hanyalah sebuah kebohongan publik karena ayah korban hanya menginginkan uang Michael. Begitu juga saat kasus pelecehan seksual di tahun 2005. Michael Jackson jelas dinyatakan tidak bersalah, karena dia memang tidak pernah melakukan hal itu!! Tahukah kalian, mereka yang menjebloskan Michael ke penjara hanya ingin mendapatkan uang Michael, sebab Michael, sebagai superstar, pasti mempunyai banyak uang. Mereka semua ingin uang Michael, dan memang pada kasus tahun 1993, Michael memberikan sejumlah uang pada korban hanya agar masalah tersebut cepat selesai. Namun tidak semua perlakuan mulia Michael mendapatkan perilaku buruk seperti itu.

Ryan White, seorang anak yang terinfeksi AIDS dari jarum suntik yang disuntikkan dokter, mendapat perlakuan istimewa dari Michael saat Ryan tidak diperbolehkan masuk sekolah akibat penyakitnya itu. Memang pada waktu itu, penyakit AIDS dianggap sebagai kutukan, penyakit menular yang harus dijauhi karena tidak ada obatnya. Namun Michael tidak peduli. Michael lah yang menyadarkan masyarakat waktu itu bahwa penyakit ini tidaklah seburuk yang dikira. berkat Michael, Ryan White dijadikan simbol perjuangan dan perlawanan AIDS di banyak negara di seluruh dunia. Ini pun juga berkat Ryan White sendiri yang dengan semangatnya berjuang untuk hidup seperti anak-anak normal lainnya. Ryan meninggal pada tahun 1990 pada umur 18 tahun. Kematiannya membuat Amerika saat itu berduka, namun perjuangannya untuk bebas dari AIDS dijadikan tonggak semangat bagi penderita lainnya, bahkan membuat Amerika sadar untuk turut bekerja sama membebaskan anak-anak penderita AIDS lainnya dari diskriminasi masyarakat. Michael Jackson membuat 1 lagu untuk Ryan, yang berjudul Gone too Soon, sebagai wujud penghormatan atas dedikasi Ryan White dalam melawan AIDS.

Kecintaan Michael Jackson pada anak-anak diwujudkan dalam lagu-lagunya, seperti Heal The World dan The Lost Children. Selain itu Michael juga mendirikan Heal The World Foundation sebagai badan amal khusus menangani anak-anak yang kelaparan dan kesepian pada tahun 1992. Pemasukan terbesar berasal dari konser Dangerous World Tour, yaitu 90% dari keuntungan konser. Sayang, di tahun yang sama, badan amal ini dibekukan karena masalah dalam hal administrasi. Namun hal itu tidaklah menyurutkan niat Michael untuk membantu anak-anak yang kesusahan. Setiap kedatangannya ke negara-negara untuk tur konser, ia selalu menyelipkan waktu untuk mengunjungi rumah sakit, bertemu anak-anak, bahkan mengunjungi kepala negara/kepala pemerintahan untuk menanyakan soal kondisi anak-anak di negara tersebut.

Kalau di rumahnya sendiri, di Neverland, Michael selalu mengundang anak-anak untuk merayakan Natal/Paskah bersama. Kadang-kadang anak-anak yang diundang itu berasal dari panti asuhan, kadang juga Michael mengundang teman-teman atau orang-orang terdekatnya sendiri untuk sekedar berkumpul bersama. Michael memang seorang humanitarian sejati, yang ironisnya baru disadari bertahun-tahun setelah Neverland tutup karena kebangkrutan Michael, serta beberapa saat setelah kematiannya di tahun 2009 yang mengejutkan semua kalangan.

Everything that I love is behind those gates. We have elephants, and giraffes, and crocodiles, and every kind of tigers and lions. And – and we have bus loads of kids, who don’t get to see those things. They come up sick children, and enjoy it.

Michael Jackson –

Oh ya, bagaimana hubungan Michael Jackson dengan anak-anak kandungnya sendiri?

Prince, Paris, dan Blanket. Ketiga anak Michael ini sangat bersyukur punya ayah seperti Michael. Meskipun mereka kerap diperlakukan dengan tidak wajar, yaitu dipasangkan topeng di wajah mereka, namun mereka justru bersyukur, sebab dengan demikian wajah mereka tidak mudah dikenali orang banyak, sehingga resiko-resiko yang tidak diinginkan tidak terjadi pada ketiga anaknya. Segenap rasa cinta kasih ditumpahkan Michael pada anak-anaknya, sehingga kelak anak-anaknya menjadi pribadi yang dewasa dan sukses. Michael tidak mau anak-anaknya mengalami apa yang ia alami dulu sewaktu kecil.

I kinda felt like no-one understands what a good father he was.
He made the best French toast in the world.
He was the best cook ever.
I sometimes do improvs…well I used to do them with my Dad.
(In response to: ‘Did you appreciate or like being behind the veil or mask at the time?) I appreciated it. It wasn’t always comfortable but, yeah. (It was to protect you?) Yeah.
(Her favourite memory of her father) I’d have to say spending some ‘quality time’ away from the two just me and him. One time we went on the roof when we were in Las Vegas of our house and we just saw the Luxor lights, all the city the lights, and we were eating Snickers and we had some soda…
He tried to raise us without knowing who he has was, but that didn’t really go so well.
(In response to: What kind of a dad was he? Was he a strict disciplinarian or could you get away with anything with him?) He was strict.
(When you would have quality time what would you do?) Sometimes he would take me to an art museum, because we both loved art. We would do like a lot, we would, as a family we would play tag outside. And he got us Kenya (a brown labrador) four years ago.
Everyone’s all ‘a cook?!’ like they’re suprised to hear it…He was just a normal Dad. Except, I’d say he was the best dad ever.
(In response to: What do you miss the most?) Everything.

– Paris-Michael Katherine Jackson, aged 12, Oprah Winfrey Show (aired Nov 8, 2010) –

(In response to ‘Did you know at the time why you were putting on the mask?’ Jackson often had his children wear scarves, veils or masks to disguise their identities when they left home) Because that when we did go out without our dad, then nobody would really recognise us.
(Favourite memory of his father) When we were all in Bahrain we used to wake up early and walk to the beach with Coca-Cola and Skittles. (In response to: What kind of a dad was he? Was he a strict disciplinarian or could you get away with anything with him?) He (Prince Michael I) could get away with anything (He could get away with it, you couldn’t get away with it?) No.
Prince Michael Jackson I, aged 13, Oprah Winfrey Show (aired Nov 8, 2010)
Prince Michael Jackson II, aka Blanket, aged 8, Oprah Winfrey Show (aired Nov 8, 2010)

 

Michael Jackson dan Keyakinannya akan Tuhan

Michael Jackson dilahirkan dari keluarga yang menganut Saksi Yehuwa. Tidak seperti yang kalian duga, Saksi Yehuwa bukanlah Kristen, karena apa yang dianut keyakinan ini sangatlah bertentangan dengan iman ajaran Kristen pada umumnya. Michael Jackson keluar sekitar tahun 1988 dan menjadi agnostik (percaya akan adanya Tuhan tapi tidak menganut agama apapun) sejak saat itu. Meskipun Michael merayakan Natal dan Paskah, namun ia tidak menganut agama Kristen ataupun Katolik. Hal itu disebabkan karena Perayaan Natal dan Paskah telah menjadi bagian dari budaya Amerika Serikat. Michael Jackson suka kedua hari raya itu karena mencerminkan cinta kasih dan kebahagiaan, di mana anak-anak pun juga sangat menyukai hari raya ini. Ada kado dan pohon cemara berhias lampu dan hiasan-hiasan Natal pada Hari Raya Natal, serta telur-telur berhias dan kelinci pada Hari Raya Paskah.

Sampai sekarang tidak diketahui agama apa yang Michael anut. Ada yang bilang bahwa Michael tetap agnostik sampai saat kematiannya. Ada juga yang bilang bahwa Michael menganut Islam pada tahun 2008, karena berdasarkan penuturan Jermaine, kakak Michael yang telah menganut agama Islam 20 tahun sebelumnya, Michael nampak sangat tertarik dengan ajaran Islam. Namun semua itu belum dapat dibuktikan secara jelas. Hanya Michael dan Tuhan saja lah yang tahu. Lagu-lagu bernuansa Islami yang pernah diklaim sebagai milik Michael, ternyata milik seorang musisi Arab, dan memang, suaranya mirip dengan Michael. Sementara ketiga anaknya dibaptis dalam Gereja Katolik dengan ayah baptis adalah Macaulay Culkin, namun karena tidak adanya pendidikan Katolik di keluarga Jackson, maka saat kematian Michael, ketiga anaknya pun dikembalikan kepada sang nenek yang menganut Saksi Yehuwa.

 

Pewartaan Cinta Kasih dari Sang Raja Pop

Yah, demikianlah yang bisa aku sampaikan dari sosok legenda musik dunia ini. Meskipun dirinya dipenuhi oleh berbagai macam kelemahan jasmani dan perlakuan yang menyedihkan dari orang-orang di sekitarnya, eksistensi Michael Jackson untuk merevolusi dan menyelamatkan industri musik dari kehancuran patut diacungi jempol. Seluruh penyanyi yang pernah merasakan karyanya, bahkan mengenal dirinya secara pribadi, mengakui bahwa Michael Jackson benar-benar seorang raja, salah satu dari pemberian Tuhan yang langka, yang belum tentu ada lagi selama 100 tahun. Michael menawarkan apa yang lebih disebut sebagai cinta. Cinta kasih universal untuk perdamaian dunia dan kelestarian alam di bumi ini. Michael selalu bilang, “It’s all for L.O.V.E.”,” love lives forever”, “gunakanlah cinta untuk melawan kejahatan”, dan sebagainya. Michael sadar betul, bahwa cinta kasih adalah kunci bagi perdamaian di dunia ini. Ia selalu menerapkan cinta tersebut pada seluruh fans nya. Bagi dia, fansnya adalah keluarga keduanya, yang patut dicintai dan dihargai dengan setulus hati, sama seperti dia mencintai orang tua dan saudara-saudaranya sendiri. Hal inilah yang membuat fans Michael terus setia dengannya, bahkan dalam kondisi apapun itu, mereka tetap setia. Fans Michael Jackson disebut-sebut sebagai fans artis paling setia di dunia, yang dalam waktu ke tahun semakin bertambah hingga 95%, lebih banyak dari fans artis manapun yang telah hidup. Bahkan mayoritas penyanyi dan figur-figur yang kita kenal, mereka semua menggemari karya-karya Michael. Kalian bisa melihatnya di sini http://en.wikiquote.org/wiki/Michael_Jackson.

Perlu kalian ketahui, Michael lah yang pertama kali menyuarakan tentang pemanasan global. Michael sadar, bahwa apa yang dilakukan banyak orang, mulai dari membuang sampah sembarangan, memburu binatang, serta menebang hutan untuk dialihfungsikan sebagai bangunan, telah merusak dan mengganggu ekosistem alam. Bagi Michael, perilaku mereka sama saja menghilangkan kesempatan generasi selanjutnya, generasi anak cucu kita, untuk memanfaatkan alam sebaik-baiknya. Jika generasi ini sudah menghabiskan seluruh isi alam di dunia ini, lalu apa yang diwariskan untuk anak cucu kita? Lalu bagaimana nasib hewan-hewan dan tumbuhan nantinya bila semua dibabat habis? Hal itulah yang membuat Michael menulis lagu Earth Song.

“I respect the secrets and magic of nature. That’s why it makes me so angry when I see these things that are happening, that every second, I hear, the size of a football field is torn down in the Amazon. I mean, that kind of stuff really bothers me. That’s why I write these kinds of songs, you know. It gives some sense of awareness and awakening and hope to people. I love the Planet, I love the trees. I have this thing for trees – the colors and changing of leaves. I love it. I respect those kind of things. I really feel that nature is trying so hard to compensate for man’s mismanagement of the planet. Because the planet is sick, like a fever. If we don’t fix it now, it’s at the point of no return. This is our last chance to fix this problem that we have, where it’s like a runway train. And the times has come, This Is It. People are always saying, ‘They’ll take care of it. The government’ll–Don’t worry, they’ll–‘ ‘They’ who? It starts with us. It’s us. Or else it’ll never be done… We have four years to get it right. After that it would be irreversible. Let’s take care of the planet.”

– Michael Jackson dalam This Is It (2009) –

Pada akhirnya, maukah kita bersama-sama menyelesaikan misi Michael Jackson yang belum selesai, untuk menggandeng dan membawa dunia ini menjadi tempat penuh damai, di mana tidak ada perang dan permusuhan, dan cinta kasih menjadi naungannya?

Terima kasih Tuhan, engkau telah memberi kami Michael Jackson, semoga kami bisa melanjutkan misinya untuk menyelamatkan dunia ini 😀 😀 😀

 

Iklan

12 Komentar (+add yours?)

  1. Fara Hasna Arifah
    Jun 26, 2012 @ 16:17:43

    Reblogged this on Welcome to Fara Hasna Arifah's Blog ^_~ and commented:
    The Truth of Michael Jackson : His Life and Legacy

    Balas

  2. nita
    Jun 26, 2012 @ 21:57:36

    4 tahun ? apa yg bakal terjadi yah ? 😦

    Balas

  3. Fara Hasna Arifah
    Jun 30, 2012 @ 16:35:33

    Huaaaa……………. nangis aqw…. huaaaaaaaaaaa………….. 😥 😥 😥
    Michael, aI LoPhe Yu… 🙂 😀
    Michael, U’r my eperithing… *english pas”an

    Balas

  4. raini jackson
    Agu 29, 2012 @ 22:41:50

    i love this posting so much 😥 i love michael sangat sangat dah 😥

    Balas

  5. amrujackson
    Nov 09, 2012 @ 18:46:46

    i love you michael , 4ever . The jackson

    Balas

  6. Reinhard Tewu
    Jan 27, 2013 @ 14:42:56

    (y)

    Balas

  7. Jung rae seok
    Feb 26, 2013 @ 21:55:20

    Aku suka sma postingan km yg ini. Ini bner2 khidupan MJ.
    Aku kesel bnget sma wartawan2 yg melebih lebih kan crita hidup MJ, pdhl mreka gk tau yg sbnernya. Itu sma aj mreka fitnah MJ kan? Jhat bnget mreka tuh..

    Michael, did you know? Iam your biggest fans, and all your fans around the world missing you so much! I just want to say, ever since i know you, i will be love you forever! Will you come to my dream to night? And hug me with your love? Michael, i love you..
    By. Aghisma hayati syarief, your biggets fans. (will be always be your fans, love you..)

    Balas

  8. Jung rae seok
    Feb 26, 2013 @ 22:02:03

    MJ was wonderful person.
    Love u michael..

    Balas

  9. http://www.embrace.co.uk
    Mar 25, 2013 @ 19:20:05

    Sweet blog! I found it while browsing on Yahoo News. Do you have any suggestions on how to
    get listed in Yahoo News? I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Cheers

    Balas

    • Coemi
      Apr 25, 2013 @ 08:48:45

      hehe thanks, but did u understand my language, ‘cos I wrote it in Indonesian?
      well i’m terribly sorry, but I don’t know 😦
      btw nice to meet u =)

      Balas

  10. Trackback: You Are Not Alone, Michael Jackson | rizkynadiahputri
  11. Handa Darpri HC
    Jul 09, 2015 @ 14:44:05

    Sya fans sjatinya MJ dri sya SD, bKn cma skedar fans kambuHn aja.
    MJ seolah-olah ditakdirKn jdi orng tRhebat di dnia intRtaimN, tpi jga jdi orng yg palng bxk difitnah. Kalo Qta liat video2x, Qta bsa tau Klo dia adlh orng baik sjati N pux ktulusn yg murni.
    I loV MJ!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: