St. Benediktus: Pelindung Benua Eropa

Seperti biasa Gereja Katolik selalu punya hari-hari untuk menghormati para orang kudus atau teladan hidup umat, yang biasa disebut santo(untuk laki-laki) dan santa(untuk wanita). Nah hari ini Gereja merayakan Pesta St. Benediktus, yang secara kebetulan merupakan nama baptisku hehehehe 😀

 

RIWAYAT HIDUP (dikutip dari situs Yesaya Indocell)

Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480. Ia berasal dari keluarga Italia yang kaya. Hidupnya penuh dengan petualangan dan perbuatan-perbuatan hebat. Semasa kanak-kanak, ia dikirim ke Roma untuk belajar di sekolah rakyat. Tumbuh dewasa sebagai seorang pemuda, Benediktus merasa muak dengan gaya hidup korupsi para kafir di Roma. Benediktus meninggalkan kota Roma dan mencari suatu tempat terasing di mana ia dapat menyendiri bersama Tuhan. Ia menemukan tempat yang tepat, yaitu sebuah gua di gunung Subiako. Benediktus mengasingkan diri selama tiga tahun lamanya. Setan sering kali membujuknya untuk kembali ke rumahnya yang mewah dan kehidupannya yang nyaman di sana. Tetapi, Benediktus berhasil mengatasi godaan-godaan tersebut dengan doa dan mati raga. Suatu hari, iblis terus-menerus menggodanya dengan bayangan seorang perempuan cantik yang pernah dijumpainya di Roma. Iblis berusaha membujuknya untuk kembali ke kota mencari perempuan itu. Hampir saja Benediktus jatuh dalam pencobaan. Kemudian ia merasa sangat menyesal hingga menghempaskan dirinya dalam semak-semak dengan duri-duri yang panjang serta tajam. Ia berguling-guling di atas semak duri hingga seluruh tubuhnya penuh dengan goresan-goresan luka. Sejak saat itu, hidupnya mulai tenang. Ia tidak pernah merasakan godaan yang dahsyat seperti itu lagi.

Setelah tiga tahun, orang-orang mulai datang kepada Benediktus. Mereka ingin belajar bagaimana menjadi kudus. Ia menjadi pemimpin dari sejumlah pria yang mohon bantuannya. Tetapi, ketika Benediktus meminta mereka untuk melakukan mati raga, mereka menjadi marah. Bahkan para pria itu berusaha meracuninya. Benediktus membuat Tanda Salib di atas anggur beracun itu dan gelas anggur tiba-tiba pecah berkeping-keping.

Di kemudian hari, Benediktus menjadi pemimpin dari banyak rahib yang baik. Ia mendirikan dua belas biara. Kemudian ia pergi ke Monte Kasino di mana ia mendirikan biaranya yang paling terkenal. Di sanalah St. Benediktus menuliskan peraturan-peraturan Ordo Benediktin yang mengagumkan. Ia mengajar para rahibnya untuk berdoa dan bekerja dengan tekun. Terutama sekali, ia mengajarkan mereka untuk senantiasa rendah hati. Benediktus dan para rahibnya banyak menolong masyarakat sekitar pada masa itu. Mereka mengajari orang banyak itu membaca dan menulis, bercocok tanam dan aneka macam ketrampilan dalam berbagai lapangan pekerjaan.

St. Benediktus mampu melakukan hal-hal baik karena ia senantiasa berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret tahun 547. Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St. Benediktus sebagai santo pelindung Eropa. Pada tahun 1980, Paus Yohanes Paulus II menambahkan St. Sirilus dan St. Metodius sebagai santo pelindung Eropa bersama dengan St. Benediktus.

 

Oh ya, aku mau menambahkan beberapa hal di sini. St. Benediktus itu juga merupakan saudara kembar dari St. Skolastika. Kematiannya pun terjadi hampir bersamaan, didahului oleh kematian St. Skolastika. Mereka berdua kemudian dikuburkan di biara Benediktin di Monte Kasino. Semasa PD II, biara ini hancur hingga bersisa puing-puing saja. Kemudian rekonstruksi dilakukan dan di tahun 1960-an, biara ini dikonsekrasikan ulang oleh Paulus VI.

Semoga teladan dan doa-doa dari santo Benediktus ini dapat membawa kita ke jalan hidup yang benar, yaitu Yesus Kristus sendiri. Amin.

 

St. Benedictus, pray for us …………..

St. Benedetto, ora pro nobis …………..

St. Benediktus, doakanlah kami ……………….

St. Benediktus dan piala beracun

Pembangunan biara yang dikomandoi St. Benediktus

Biara Benediktin di Monte Kasino setelah direnovasi akibat Perang Dunia II

Puing-puing biara setelah Perang Dunia II

 

Medali/salib St. Benediktus telah lama dipercaya untuk menangkal kekuatan gelap dan roh jahat. Untuk mengetahui singkatan-singkatan di medali tersebut, klik  http://belajarliturgi.blogspot.com/2011/09/medali-st-benedictus.html

St. Benediktus bersama St. Skolastika

“Tempatkan Kristus di atas segala-galanya.”
“Bisakah kamu melihat nyala api Kasih yang membara hanya dalam dirimu? haruslah kamu ungkapkan itu dan jangan merasa malu.”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: