I’m a Simmer: Ceritaku dan The Sims

Pasti teman-teman sudah tahu game The Sims kan?

Yap! Game ini sangat populer loh, bahkan sudah menjaring sekitar 1 milyar pengguna sampai hari ini! Apalagi beberapa hari yang lalu, expansion pack dari Sims 3 yang terbaru, Sims 3 Seasons resmi dirilis di Amerika Serikat. Di sini, para gamers diajak untuk menikmati permainan dari orang-orangan/sim buatan mereka sendiri di tengah suasana 4 musim yang disediakan, seperti musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Banyak benda-benda dan furniture baru, event-event yang sayang untuk dilewatkan. Wow, baru aku lihat gameplay nya di Youtube aja sudah bikin ngiler cooy, apalagi kalau maen!! Sayangnya, komputerku tidak kompatibel dengan game ini. Pingin rasanya aku hancurin komputerku ini cuma dibuat alibi beli komputer baru, tapi terus kuurungkan niatku, daripada orangtuaku malah jual aku buat gantiin komputernya 😐 (ini gak ciyus loh)

Katy Perry dan karakter simnya dalam expansion pack The Sims 3 Showtime dan juga The Sims 3 Katy Perry’s Sweet Treats (ini special edition looh)
Sumber: http://beefjack.com/files/2012/01/the-sims-3-katy-perry-header.jpg

Nah, banyak teman-temanku tanya, darimana dan gimana asalnya kok aku bisa suka game ini? Kadang aku dianggap cupu sama mereka karena aku lebih senang sama game-game kayak ginian ketimbang game-game perang atau hantu-hantuan. Ya sebenernya sih gak 100% bener, karena aku juga pernah maen Age of Empire 1,2, dan 3, terus Left 4 Dead komplet juga, GTA, The Godfather, dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan tembak-tembakan/bunuh-bunuhan. Tapi, kenapa aku lebih memilih The Sims sebagai game yang paling aku sukai, begini ceritanya ……..

Pertama aku mengenal game ini, kalau gak salah pas kelas 3 SD. Ini masih zamannya The Sims 1. Waktu itu aku masih belum punya komputer sendiri loh hehehe 😆

Aku mengenalnya saat kakak sepupuku memainkannya di komputernya. Nampaknya sulit ya, membangun sebuah rumah, terus nempatin benda-benda, bikin interaksi sama tetangga, bikin anak, banyak deh. Tapi kok keliatan asyik? Aku coba deh main pelan-pelan, dan WOW It’s AMAZING! Ternyata dengan maen The Sims, aku jadi mengasah otakku untuk berkreativitas membuat rumah dan berinteraksi dengan tetangga. Karena game ini menggunakan bahasa Inggris, gak jarang aku buka kamus dan kemudian cari sendiri kata-kata yang sulit. Alhasil, kemampuan berbahasa Inggrisku jadi lumayan mantap untuk anak seusiaku waktu itu.

Waktu berlanjut sampai The Sims berkembang jadi The Sims 2 dan The Sims 3, lengkap dengan expansion packnya yang terbilang banyak itu. Tapi, peduli apa gua? Yang penting main, toh juga ada efek positifnya kan?

Nah, sayangnya bahwa kebinalanku buat maen The Sims tidak sinkron sama kemajuan teknologi keluargaku. Pas pertama kali keluargaku beli komputer, aku senang banget dan langsung aku isi dengan game-game The Sims. Alhasil, 2 kali aku berhasil menjebol komputerku. Hehehehe 😆

Sekarang, aku tidak punya kesempatan untuk maen game ini lagi. Kakak sepupuku sudah bosan dengan game ini sehingga dia sudah menutup rapat-rapat komputernya untuk game ini. Bahkan dia menolak tawaranku buat nginstall The Sims 3 di komputernya (Jelas lah! Itu kan komputernya orang, bukan komputerku!). Oke, bejo tidak berada di tanganku sekarang.

Tapi aku masih berharap suatu hari nanti orangtuaku, atau mungkin aku sendiri kalau sudah punya uang, bakal mengupgrade komputer kuno ini menjadi baru sehingga aku bisa maen The Sims lagi. Amiiiin!! 😀

 

Btw, kalau ada yang pingin tau sim/karakter buatanku, bisa dilihat di sini;

The Story of Legendary Family: Robinson (part I)

The Story of Legendary Family: Robinson (part II)

Sims 3 Colletion Gallery

 

R.M.T.B.D.J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: