Mereka pasti sudah di surga!

Pasti teman-teman masih mengingat kisah seorang anak dari suatu denominasi yang, katanya, mendapatkan suatu penglihatan. Bukan sembarang penglihatan lho! Dia melihat 2 tokoh penting yang pernah mengguncang dunia dengan karisma dan perbuatannya, yakni Bapa Suci Yohanes Paulus II dan Sang Raja Pop Michael Jackson, berada di neraka.

Jelas, hal ini menimbulkan kegemparan bagi masyarakat banyak, terutama kepada umat Katolik dan penggemar Michael Jackson yang tidak terima idolanya dikatakan masuk neraka. Bahkan, ada yang tergoncang imannya, terutama atas penglihatan yang dikatakan oleh si anak tadi. Ya jelas gimana gak mau terguncang, wong yang dibilang masuk neraka aja sampai Paus, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik dan wakil Kristus di Dunia. Gimana caranya beliau masuk neraka? Apakah doa-doa dan amal ibadahnya tidak diterimaNya?

Nah, jangan khawatir ………… ๐Ÿ™‚

Untuk Bapa Suci, Gereja Katolik sudah punya pembelaannya sendiri, di situs Katolisitas dan blog Doddy Prayogo. Ketika teman-teman membacanya, pastilah teman-teman yakin 100% bahwa apa yang dialami oleh si gadis ini hanya semacam “bunga mimpi”, atau mungkin ada pengaruh roh jahat juga, sebab seperti firman Tuhan, setan dan si jahat dapat menyamar sebagai malaikat terang. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian hingga bertahun-tahun untuk membuktikan, benarkah mimpi/penglihatan seseorang sungguh-sungguh berasal dari Tuhan atau bukan. Lagipula, Bapa Suci sudah dinyatakan sebagai “Kudus” oleh Gereja, dengan bukti-bukti mukjizat yang sudah dianalisa dan diteliti oleh himpunan para dokter dan kaum beriman. Apa hal itu masih membuktikan bahwa Bapa Suci ada di neraka? ๐Ÿ˜† Akupun pernah beberapa kali memohonkan doa melalui perantaraan Bapa Suci dan Bunda Maria untuk mendoakan temanku yang lagi sakit. Hasilnya? Besoknya dia sembuh, benar-benar sembuh! Nah hayoo mau ngomong gimana lagi hayoo? ๐Ÿ˜›

Sementara untuk Michael Jackson, aku punya cerita menarik. Sebelumnya, aku mau cerita dulu.

Gereja Katolik mempercayai adanya api penyucian. Di sini, semua orang yang dianggap layak masuk surga tetapi masih “kotor” karena dosa, akan “dibersihkan” di tempat ini. Analoginya sama seperti kita yang baru masuk rumah habis hujan. Pasti badan kita basah, belum lagi kotor kena cipratan lumpur atau kotoran di jalanan yang basah. Apa nyaman kita mau melakukan sesuatu di dalam rumah dengan kondisi baju dan tubuh sekotor itu? Kita perlu membersihkan diri dengan mandi, ganti baju, kalau perlu menyemprot parfum favorit kita. Jadi bersih kan? Seperti itu fungsi dari api penyucian.

Manusia akan “dibersihkan” di sini dengan penderitaan. Bukan penderitaan fisik yang paling utama, tapi penderitaan kasih. Kenapa? Sebab di sini kita disadarkan betul bahwa selama hidup kita di dunia, Tuhan begitu mengasihi kita, tapi kita melukaiNya dengan dosa-dosa kita. Memang, hukumannya tidak terlintas oleh ruang dan waktu, tapi mereka masih punya harapan. Harapan untuk bebas dari api penyucian, bebas dari penderitaan, hingga mereka bisa bersih seutuhnya dan masuk ke dalam Surga. Tapi, berapa lama mereka terus berharap? Berapa lama mereka harus menderita di sana? Kan kasihan kalau mereka terus-terusan di sana ….. ๐Ÿ˜ฆ

Nah, tahukah teman-teman, bahwa kita dapat membantu mereka! Membantu apa? Membantu mempersingkat waktu mereka di api penyucian. Bagaimana caranya? Misa dan doa adalah sarana paling ampuh menyelamatkan mereka! Terutama jika kita mempersembahkan misa kudus untuk keselamatan jiwa-jiwa mereka sebanyak 3 kali (berdasarkan penglihatan visioner Maria Simma dan beberapa visioner lain), maka mereka akan langsung bebas dan dapat masuk ke surga. Lebih ampuh lagi jika kita mempersembahkan misa atau mendoakan mereka selama bulan November, terutama dari tanggal 1-8 November. Bukan hanya mereka yang selamat, kita juga akan mendapatkan janji keselamatan, yakni indulgensi, asalkan syarat-syarat minimal juga harus dipenuhi(= mengaku dosa, menyambut Ekaristi Kudus, dan berdoa untuk ujud Bapa Suci, dilakukan setidak-tidaknya dalam sehari, jangan ditunda-tunda).

Lalu, apa yang aku lakukan di tanggal-tanggal itu?

YA! Aku mendoakan banyak orang, mempersembahkan nama-nama teman-teman, tetangga, bahkan keluargaku sendiri, termasuk Michael, ke dalam intensi misa. Jujur aku sedikit malu bahwa kertas intensi yang aku sodorkan ke romo bukan main banyaknya, dan itu semua adalah permohonan kesejahteraan arwah. Tapi demi keselamatan mereka semua, buat apa harus malu! Bagiku, mereka dulu yang harus selamat. Nah setelah selamat, mereka pasti bakal mendoakan aku dari surga hehehe ๐Ÿ˜€

Tapi yang penting mereka harus selamat. Kasihan kalau mereka terus-terusan di api penyucian. Satu hal yang aku yakin, bahwa Michael pun juga masih ada di api penyucian. Dia butuh doa-doa supaya dia bisa bebas, dan oke, inilah saatnya aku menolong idolaku sendiri.

Selama beberapa kali dalam waktu 8 hari itu, aku mempersembahkan nama mereka, termasuk Michael. Kadang aku pesimis, apakah doaku didengar oleh Tuhan? Atau, apakah doaku masih dianggap terlalu berat bagi Tuhan untuk dikabulkan? Tapi, aku tidak menyerah!

Hingga tanggal 9 November, Jumat malam lalu ……………

Aku baru saja pulang dari bimbingan belajar. Karena aku masih harus membantu teman-temanku mempersiapkan Dempo Fair(eventย setahun sekali yang diadakan sekolahku), aku mampir ke sekolah sebentar, lalu ke rumah temanku, lalu sekitar jam 11-an aku kembali ke sekolah untuk pulang bersama ayahku. Jujur waktu itu perasaanku sedang galau karena diliputi berbagai masalah. Aku sadar bahwa aku susah buat senyum pada waktu itu, walau aku memaksakan diri untuk senyum dengan romo dan guru yang kebetulan masih ada di sana. Aku duduk di mobil dan mulai memutar radio. Dan tebak apa yang terjadi??

Pas aku memencet tombol ON di radio, ada lagunya Michael, baru mulai main lagi! Judulnya adalah “Smile“. Lagu ini diciptakan oleh Alm. Charlie Chaplin(pasti tahu kan siapa beliau) dan dinyanyikan kembali oleh Michael, setelah sebelumnya pernah dinyanyikan oleh Alm. Nat King Cole. Lagu ini memberikan peneguhan buat siapa saja yang mendengarnya, termasuk aku, buat tersenyum, terutama dalam situasi di mana hatimu sedang remuk redam, saat kamu punya masalah dengan seorang temanmu, atau saat hatimu sedang galau, gundah gulana. Wow, jujur pada waktu hal ini terjadi, aku merasa aku bisa tersenyum lagi. Aku merasa bahwa beban ku terasa hilang, walau gak semua sih. Tapi 1 hal yang paling aku rasain waktu itu, aku merasa bahwa Michael mengunjungi aku. Michael mungkin ingin mengucapkan rasa terima kasihnya kepadaku, atas segala doa-doa yang aku persembahkan kepada Tuhan demi keselamatannya, dan caranya mengucapkan terima kasih kepadaku adalah dengan lagu itu. Michael ingin aku tersenyum bahagia, Michael ingin supaya aku tidak perlu bersedih lagi, dan Michael ingin supaya aku menyerahkan semua masalahku, kesedihanku, dan kegalauanku kepada Tuhan saja. Perasaan damai yang tiba-tiba muncul itu membuat aku meneteskan air mata. Ya tidak sampai menangis gaya alay lah, cuma sebagai ekspresi rasa kebahagiaan dan kedamaian yang aku rasakan saat itu. Aku langsung berdoa pada Tuhan, mengucap syukur atas apa yang Dia berikan kepadaku, termasuk soal Michael, dan kuserahkan padaNya seluruh masalah dan kegundahan hatiku padaNya. Plooong deeh ๐Ÿ˜‰

Itu yang membuat aku sungguh-sungguh yakin bahwa Michael pun kini juga sudah pergi ke surga, bercengkerama, menyanyi, dan berdansa dengan para penghuni surga, termasuk Bapa Suci sendiri. Aku tidak akan pernah lupa dengan pengalaman ini, sampai kapanpun. Bagiku, ini adalah suatu pengalaman iman yang benar-benar berharga, menunjukkan bahwa Surga, Api Penyucian, dan Neraka itu benar-benar ada. Namun yang paling berharga, aku mengetahui Kerahiman Allah yang tiada batasnya, yang mau menerima manusia-manusia ciptaanNya, sehitam atau seburuk apapun dosa yang ia punya, asalkan dia mau sungguh-sungguh bertobat dan menerima Tuhan dalam hidupnya.

Semoga artikel ini dapat semakin meneguhkan iman kita kepada Tuhan, apapun agama yang kita anut ๐Ÿ˜€

 

R.M.T.B.D.J

Iklan

6 Komentar (+add yours?)

  1. evert
    Mar 20, 2013 @ 13:51:22

    Yang suci itu Tuhan, paus itu manusia biasa, hehe

    Balas

    • Coemi
      Apr 25, 2013 @ 08:46:59

      yaa, paus itu emang manusia biasa, tapi disebut “suci” karena jabatannya sbg wakil Kristus di dunia dan pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia ๐Ÿ˜‰

      Balas

  2. antonius
    Des 29, 2013 @ 22:34:02

    Ajaran dari mana ya tentang api penyucian ini? Kalau Alkitab ga ngajarin, jangan di ikutin.

    Balas

  3. Yuli
    Agu 01, 2015 @ 00:20:12

    Coba dimana ayat alkitabnya tentang api penyucian?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: