21.12.12 Kiamat? Ciyuuss? Miapah?

Masih ingat hari-hari menjelang tanggal 21 kemarin guys? Kalau aku coba inget sendiri, pingin ngakak rasanya πŸ˜†

Gimana gak hayoo? Waktu itu mayoritas penduduk di berbagai negara pada pontang-panting, panik gak karuan gara-gara isu bahwa tanggal 21 Desember 2012 adalah hari KIAMAT! Nah, terinspirasikan dari film-film kiamat ala Hollywood kayak 2012 atau Armageddon, mereka mulai melakukan segala cara biar mereka bisa jadi “survivor” hari kiamat. Mulai dari mbangun kapal raksasa ala Nabi Nuh, bunker anti “Kiamat” (kayaknya terinspirasi dari Syahrini nih), terus juga nimbun bahan makanan dan air untuk cadangan makanan sewaktu dan sehabis kiamat, dan banyak hal-hal konyol lainnya dilakukan dengan 1 tujuan, selamat dari bencana-bencana kiamat itu ………

Nah, sekarang, setelah lewat tanggal 21, apa yang terjadi?

Matahari masih terbit dari Timur dan tenggelam ke Barat,

Bumi masih berputar secara teratur menghidupi makhluk yang tinggal di dalamnya,

Kumandang orang-orang beribadah masih bergema, apapun itu agamanya,

dan yang lebih penting lagi ………

Aku masih bisa menulis blog ini dalam kondisi sehat walafiat!! πŸ™‚

rebecca-black-mayan-apocalypse-memeSee? Gak ada apapun yang terjadi di tanggal 21. Yang ada cuma akhir dari penanggalan kalender suku Maya yang sudah lebih dari 5000 tahun berjalan. Selanjutnya, mereka akan kembali ke tanggal yang baru. Sama halnya kayak Tahun Baru gitu lah! Gak ada yang lebih dari itu dan samasekali tidak ada sangkut pautnya dengan pemberitaan kiamat yang beraneka macam itu. Alhasil? Antara tawa ejekan dan kebahagiaan bergabung, melanda seluruh dunia. Bahagia bahwa 1 dunia telah menjadi “survivor” kiamat, juga ejekan bagi mereka yang sudah mempersiapin “kiamat” dengan segala tetek bengeknya itu ……….

Bagaimana dengan aku sendiri?

Well, sikapku memang jauh lebih adem ayem, sama seperti warga Indonesia lainnya yang bersikap biasa-biasa saja, seolah tanggal 21 itu sama dengan hari yang lain. Kecuali sih, hari itu, hampir semua sekolah di Indonesia, termasuk sekolahku, menerimakan rapor kepada murid-muridnya. Bagi yang nilainya merah-merah cerah, yah alamat “kiamat” deh! “Kiamat” dimarahi orang tua, “kiamat” karena gak boleh hang-out sama temen-temen slama liburan, “kiamat” karena liburan disuru belajar biar bisa mendongkrak nilai Semester II, dan “kiamat-kiamat” lainnya ……….

Syukur pada Allah, nilai raporku bagus! πŸ˜€ Meskipun potensi untuk masuk paralel seperti kelas XI kemarin sudah nggak besar lagi, setidaknya aku optimis dengan nilai-nilaiku ini, aku bisa masuk universitas negeri favoritku, tentunya dengan semangat 17 Agustus buat nghadapi UN April nanti, soalnya nilai rapor dan UN bener-bener nentuin buat masuk SNMPTN 2013. Doakan yaa!! πŸ˜€

Oke, lanjut lagi ke masalah kiamat. Sebenernya di Kitab Suci sudah jelas. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kiamat itu terjadi. Para penghuni surga pun gak tahu, malaikat pun juga, bahkan Yesus Kristus, Putra Bapa sendiri tidak tahu kapan kiamat itu terjadi. Semua hanya ada di tangan Allah Bapa. Aku juga yakin bahwa di agama lain, konsep tentang terjadinya kiamat juga sama. Tidak ada seorang pun, bahkan makhluk di alam semesta ini yang tahu kapan terjadinya kiamat, kecuali Tuhan sendiri. Tuhan hanya memberikan tanda-tanda terjadinya kiamat. Apa itu? Salah satunya bisa aku sebutin, yaitu munculnya Antikritus/Dajjal ke Dunia untuk memurtadkan seluruh isi muka Bumi ini. Nah, apakah si Antikris ini sudah muncul? BELUM!!! Jadi, buat apa mesti cemas, wong tanda-tandanya saja belum ada. Betul betul betul? πŸ˜†

Tapi kita pun perlu waspada dengan “kiamat kecil”. Apa maksudnya? “Kiamat kecil” adalah sinonim dari kematian.

Ya. Kematian merupakan “kiamat” yang akan dialami oleh semua makhluk hidup di dunia ini, tanpa kecuali, termasuk manusia sekalipun, dan, kamu tidak akan bisa sembunyi dari kematian. Mau sembunyi kayak apapun, mau sembunyi di bunker serapat apapun kek, atau di desa paling terpencil kek, cepat ataupun lambat, kematian akan datang menjemput kita semua. Seperti yang Yesus katakan, kematian itu datang seperti pencuri. Kita tidak tahu kapan dia akan datang, bukan? Mau besok, mau hari ini, mau 1 jam lagi, atau bahkan sehabis kamu membaca artikelku ini, gak akan ada yang tahu.Tapi kita bisa bersiap-siap untuk menghadapinya, misal rajin berdoa, rajin pergi ke tempat ibadah, rajin baca Kitab Suci, memperbanyak amal sama orang-orang yang membutuhkan, berbuat baik kepada sesama, dan banyak hal lainnya yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan datangnya “kiamat kecil” ini.

Pada akhirnya, aku mau bilang, kenapa harus takut sama berita-berita soal Kiamat? Takutlah pada “kiamat kecil” yang akan kamu hadapi cepat atau lambat, yakni kematian. Takutlah, bahwa segala hal yang kamu lakukan di Dunia ini akan kamu pertanggungjawabkan di akhirat. Nah, kalau kamu melakukan banyak keburukan di dunia, masa gak malu waktu ditanyai Tuhan nanti? Emang kamu mau mempertanggungjawabkan kejelekan-kejelekanmu itu?

Maka selagi masih ada kesempatan, lakukanlah yang terbaik bagi sesama dan Tuhan, supaya kamu, kalian, dan kita, bisa siap menyambut hari akhir kehidupan kita masing-masing! πŸ˜€

R.M.T.B.D.J

—————————————————————————————————————————

Oh ya, temanku, seorang stand up comedian, juga membahas tentang hari kiamat. Sumpah, antara absurd & kocak, bener-bener mix abiss!! Lihat aja di blognya dengan meng-klik gambar monyet di bawah ini. Jangan lupa dilihat artikelnya yang lain yaa, dijamin juga bikin ngakak! *sebab, senyum itu sehat* πŸ™‚

533559_576863615664138_874659456_n

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: