Sementara itu di Capitol Hill kemarin ……..

Ada 1 hal yang membuatku surprised waktu lihat Upacara Inaugurasinya Presiden Barrack Obama kemarin malam via TV. Alunan melodi dan senandung nyanyian dari Paduan Suara Brooklyn Tabernacle Choir benar-benar membuatku merinding! Mereka mendapatkan kehormatan untuk menyanyikan lagu Battle Hymn of the Republic, dan mereka berhasil menyanyikannya dengan sangat apik! Mereka berhasil membuatku terpesona dengan gaya khas mereka dalam menyanyi, ditambah suara soloist nya yang mengingatkan aku akan suara vokalnya Whitney. Berikut ini videonya. Enjoy! =)

Dan selamat untuk Presiden Barrack Husein Obama dan Wapres Joe Biden yang secara resmi memimpin Amerika Serikat kembali mulai Minggu kemarin. Semoga Tuhan selalu membimbing Anda sekalian sehingga Anda dapat melayani bangsa dan negara dengan semaksimal mungkin! God bless America πŸ™‚

Just in a few months ………..

Kayaknya hampir 2 bulan lebih aku vakum dari dunia blogging ya?

Sorry buat semuanya, tapi memang sih waktu tidak mengizinkanku untuk menuangkan seluruh imajinasiku dalam situs ini. Akhirnya, yaaa cuma bisa disimpan di otak aja ….. 😐

Oke, kita lihat sudah banyak aktivitas dan peristiwa yang berlangsung selama ini.

Pertama-tama, kemelut KPK dengan Polri yang gak selesai-selesai, padahal cuma gara-gara korupsi simulator SIM. Syukur aja Presiden mau bertindak tegas dengan mengedepankan KPK sebagai penyidik tunggal masalah ini. Sorry bapak-bapak polisi, jangan coba nglawan petuah pak Presiden yaa …….. πŸ˜†

Lalu ada pesta demokrasi di Amerika Serikat, di mana Presiden Obama kepilih lagi jadi presiden periode ke-2. Sorry, kali ini aku gak begitu setuju kalau Obama jadi presiden. Apalagi, kebijakan-kebijakan Obama yang kontra dengan ajaran-ajaran Gereja Katolik. Lihat saja kasus seorang romo tua yang diperlakukan layaknya seorang kriminal, bahkan diseret-seret oleh polisi saat melakukan demo menentang kebijakan Obama yang pro-choice.Β Makanya sekarang di Amerika sudah muncul gerakan-gerakan anti pemerintahan Obama, terutama dari umat Katolik Amerika. Beberapa saat yang lalu di Youtube, aku menemukan sebuah pertanyaan bagus. “Lebih baik mana? Agamis atau Patriotik?” Bersyukurlah kita yang di Indonesia ini bisa menjawab, “Dua-duanya”, kayak slogannya Mgr. Soegija yang “100% Katolik dan 100% Indonesia” itu. Lihat di Amerika. Memilih pemerintah, berarti mengesampingkan ajaran agama. Memilih agama, berarti ya bisa dianggap makar. Kita cuma bisa berdoa yang terbaik bagi mereka ……….. 😦

Lalu apa lagi?

Oh ya, selain terpilihnya Obama jadi presiden As, di Cina sekarang juga ada pemilihan presiden yang baru menggantikan presiden yang lama, Hu Jintao. Dia adalah Xi Jinping, yang kalau gak salah sebelumnya menjabat sebagai wapres dan sekretaris jenderal Partai Komunis Cina (kalau gak salah loh yaa, mohon koreksinya). Sebenarnya aku gak berharap banyak, mengingat Cina masih berada dalam genggaman komunis, dan otomatis kebebasan beragama sangat dibatasi. Semoga pemerintahan yang baru ini dapat, yaa setidaknya melonggarkan sedikit lah soal kebebasan beragama. Aku salut dengan saudara-saudariku di Cina yang masih tetap tunduk dan setia pada Paus, meskipun mereka hidup layaknya umat Katolik di masa Kekaisaran Romawi. Misa mesti sembunyi-sembunyi, doa mesti pelan-pelan, kalau ketahuan bisa disiksa dan dipenjara dalam waktu yang lama. Wow mereka benar-benar murid Kristus yang sejati! Kita harus selalu doakan perjuangan mereka itu! πŸ˜€

Terus? Ya masih banyak lah topik-topik yang ingin aku bahas, tapi terlalu panjang kalau aku bahas di sini. Kalau ada yang mau comment dan menanggapi, atau bahkan menambahi, aku persilahkan kok. Selamat membaca! πŸ˜€

 

R.M.T.B.D.J

#Remember911

Hari ini 11 September 2012 ……..

Hari di mana 11 tahun yang lalu, negara adidaya Amerika Serikat berduka. Hari di mana awan duka yang kelabu muncul bercampur dengan awan debu dan darah dari runtuhnya Gedung World Trade Centre (WTC) tengah hari.

Umurku masih 6 tahun saat itu, dan aku masih ingat kalau seluruh siaran yang ada di televisi menyiarkan tentang suasana kepanikan warga New York atas serangan icon kota mereka itu. Debu yang berhamburan, manusia yang terluka bahkan tak bernyawa, paramedis dan bala bantuan yang tak berdaya, serta runtuhnya bangunan pencakar langit itu, semua masih cukup terasa segar bila kutilik otakku sekarang. Hanya saja, karena aku masih kecil, aku hanya bisa melihat lewat kepolosanku, belum bisa berpikir dengan akal logika yang matang. Ya, hanya melihat saja, tanpa ekspresi panik atau sedih atau kecewa ataupun marah.

Sekarang, 11 tahun lewat sudah. Umurku sudah 17 tahun, dan di sini, aku kembali diajak untuk mengingat-ingat apa yang aku lihat di televisi pada waktu itu. Aku juga diajak untuk melihat fakta yang sesungguhnya ada di balik peristiwa ini. Terlebih karena zaman ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin maju, seperti ketersediaan internet terutama berita online dan jejaring sosial, aku bisa mencari tahu dan mencoba berpikir dengan akal logikaku soal apa saja, termasuk soal peristiwa ini.

Aku menangkap berbagai macam kontroversi dan pertentangan yang terjadi antara penyelidik resmi milik pemerintah USA dengan para ahli dari luar badan milik pemerintah. Ada yang bilang bahwa kejadian 9/11 itu hanyalah akal-akalan pemerintah AS untuk “mencari gara-gara” dengan dunia Timur khususnya Arab demi memperebutkan minyak. Ada yang bilang bahwa Gedung WTC sebetulnya telah “disabotase” terlebih dulu sebelum ditabrak pesawat, mengingat bahwa sangat tidak mungkin gedung dengan perencanaan semodern dan seakurat itu bisa hancur dalam hitungan jam hanya dengan ditabrakkan pesawat, serta berbagai macam pendapat lainnya yang terlalu banyak jika dituliskan semua di sini.

Aku tidak begitu peduli dengan semua pendapat mereka di atas. Yang jelas aku tahu, bahwa tanggal 11 September 2001, beberapa pesawat komersil telah menabrakkan diri di 2 Gedung WTC (+ 1 gedung WTC lagi, namanya WTC 7) serta Gedung Pentagon, merenggut lebih dari 3000 nyawa serta kedamaian dan harapan masyarakat Amerika. Aku mengajak kalian semua untuk berdoa bagi mereka yang telah menjadi korban, para keluarga korban, serta pelaku yang tega melakukan hal ini pada mereka yang tak berdosa.

 

~ DOA BAGI JIWA-JIWA YANG DIRENGGUT PAKSA ~
(mengenang korban serangan 11 September 2001)

☩
Allah yang Maha Rahim,
Puji dan Syukur kami panjatkan atas segala berkat dan rahmat-Mu sehingga kami dapat melalui semua dalam NamaMu yang Kudus dan Perkasa

HambaMu yang tidak layak ini bersimpuh dihadapan tahta kudusMu
Memohon dengan kerendahan hati Kiranya Engkau selalu memelihara jiwa-jiwa saudara kami yang direnggut paksa oleh kekejaman segelintir orang

Kiranya kerahimanMu berkenan menyambut jiwa-jiwa mereka
Janganlah Engkau memalingkan wajah kudusMu dari mereka
Dengarlah Ya Allah, jeritan keluarga mereka karena kehilangan orang yang dicintai
Ampuni semua kesalahan mereka jiwa-jiwa mereka
Ampunilah orang yang merenggut paksa jiwa-jiwa itu
Sama seperti PutraMu mengampuni yang menyalibkanNya
“Karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”

Datanglah ya Roh Kudus,
Datanglah dengan perantaraan Bunda Maria, mempelaiMu yang terkasih, selamatkanlah semua jiwa-jiwa itu dari api neraka
Hiburlah jiwa-jiwa mereka dalam kerahiman Allah
Hiburlah mereka yang ditinggalkan

Ya Maria, Bunda tersuci, Bunda Kerahiman Sejati
Kiranya Engkau berkenan menghibur jiwa-jiwa ini, jiwa mereka yang dipaksa berpisah dari keluarga mereka
Sudilah Bunda menghantarkan semua jiwa-jiwa yang direnggut paksa ini kehadapan Allah dan PutraMu, agar layaklah mereka dalam persatuan dengan para kudus.

Bunda Maria, Bunda semua jiwa yang direnggut paksa..
Aku mohon dengan kerendahan hati, demi kemuliaan namaMu
kiranya Bunda juga berkenan menghibur mereka yang ditinggalkan.. Berikanlah kekuatan Ilahi PutraMu kepada mereka dalam menjalani hidup mereka tanpa orang yang dikasihi
Semoga jiwa-jiwa mereka selalu dalam kerahiman Allah Bapa..

Bapa kami…3x
Salam Maria…3x
☩

 

(Doa diambil dari FB Komunitas Doa Online Katolik, prakata oleh R.M.T.B.D.J)

Terima Kasih, Bu Menkes ………

Tidak terpikir aku akan membuat tulisan ini sebelumnya, sebelum aku mendapat berita wafatnya mantan Menkes Ibu Endang di internet. Nampaknya tahun ini menjadi tahun yang penuh kelabu, di mana banyak public figure yang berpulang ke pangkuan Bapa di surga. Sudah gitu, banyak yang meninggal secara mendadak. Sebut saja Whitney Houston, kemudian Mr. Wamen, terus fashion designer yang aku lupa namanya. Yang terakhir, meskipun tidak begitu mendadak, yaitu mantan Menkes Ibu Endang Sri Rahayu.

Jujur, pertama kali aku tidak begitu suka dengan Bu Endang. Ya mungkin karena 2 kabinet sebelumnya jabatan menkes dipegang oleh Ibu Siti Fadillah Supari. Aku pernah mendengar bahwa pergantian Bu Fadillah disebabkan karena sikap kontra Bu Fadillah terhadap produ-produk dan obat-obatan dari Amerika Serikat, dan tentu saja, visi Bu Fadillah ini tidak sesuai dengan visi pemerintahan SBY yang pro Barat, sehingga terjadilah pergantian jabatan menkes. Aku pun menjadi ragu, apakah kebijakan Bu Endang dapat memajukan taraf kesehatan bangsa ini? Apakah Bu Endang dapat menyamai prestasi-prestasi menkes sebelumnya?

Waktu mulai berlalu, dan secara perlahan keraguanku akan Bu Endang mulai sirna. Hanya dalam waktu 3 tahun, beliau berhasil berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu memajukan kesehatan Indonesia melalui terobosan-terobosannya yang menakjubkan. Aku kagum akan kebijakannya untuk membantu orang miskin dalam pengobatan-pengobatan yang murah, bahkan gratis.

Aku baru mendengar bahwa beliau menderita kanker beberapa hari yang lalu saat Bu Endang memutuskan untuk mengundurkan diri. Ketika pada akhirnya beliau meninggal hari ini, aku merasa, woow, semua berlalu begitu cepat. Pasti masih banyak program-program yang ingin Bu Endang jalankan untuk membantu Indonesia bebas dari berbagai macam penyakit mematikan, terutama seperti Flu Babi (H1N1) yang merajalela di negeri ini beberapa tahun yang lalu.

Pada akhirnya, aku ucapkan selamat jalan untuk Bu Endang. Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Terima kasih, Ibu sudah berkenan turut ambil bagian dalam memajukan dan menaikkan taraf kesehatan di Bumi Pertiwi ini. Kami bangga pada Ibu =D

 

Teriring doa dan salam,

R.M.T.B.D.J