Menyeka Air Mata di Connecticut

Siapa yang gak terkejut dengan berita penembakan brutal di Sandy Hook Elementary School, Connecticut, Texas, Jumat (14/12) kemarin?

Connecticut School Shooting

Para guru dan polisi setempat sedang mengevakuasi murid-murid SD Sandy Hook pasca penempakan brutal yang dilakukan Adam Lanza di SD tersebut.
Sumber: http://cdn1.kevinmd.com/blog/wp-content/uploads/sandy-hook-shooting.jpg

Aku termasuk salah satunya. Kaget dan gak nyangka, bahwa kejadian sejenis ini kembali lagi terjadi di dalam hingar bingarnya negara adidaya sebesar Amerika Serikat. Kalau aku coba bayangin, uda berapa kali kejadian tembak-menembak di tempat umum seperti ini terjadi? Terakhir yang paling heboh itu waktu premiere film Batman – The Dark Knight Rises di Aurora, Colorado, pertengahan Juli lalu. Lebih dari 10 jiwa melayang sia-sia, dan puluhan orang, termasuk 3 WNI yang kebetulan lagi asyik-asyiknya nonton Batman, terluka serius. Pelakunya sejenis sama pelaku-pelaku penembakan yang pada umumnya terjadi di AS, termasuk yang baru saja terjadi di Sandy Hook. Sama-sama alami gangguan mental dan punya hubungan antara dunia kekerasan, termasuk dalam pemakaian senjata api, baik dalam game maupun pelatihan penggunaan senjata dari orang-orang di sekitarnya.

Miris, jujur. Aku bener-bener gak bisa bayangin kenapa pelaku melakukan perbuatan sekejam itu. Yang lebih parah, ia menembaki anak-anak SD yang, jelas-jelas tak punya salah apapun sama si pelaku. Aku coba membaca berbagai macam info dan berita seputar kejadian penembakan Sandy Hook ini di situs berita, terutama Kompas yang cukup menyajikan informasi yang bermutu dan berbobot bagiku. Seperti di sini, kita yang membacanya bisa mengetahui dengan jelas kronologi kejadiannya, mulai dari awal saat Adam Lanza, si pelaku, menembaki ibunya yang sedang tertidur pulas hingga tewas, kemudian pergi ke tempat ibunya mengajar di SD Sandy Hook dan mulai menembaki warga sekolah secara membabi buta. Aku mencoba bertanya, kenapa dia mengincar anak-anak? Kenapa dia tidak menembak di tempat-tempat lain saja? Kenapa harus anak-anak?

Well, setelah si pelaku bunuh diri, tidak akan ada yang tahu persis kenapa dia melakukan itu. Kecuali, si pelaku, seperti yang sebelumnya aku omongin, mengidap gangguan mental. Dalam peristiwa ini, dia mengidap salah satu sindrom Autisme yang disebut Asperger. Nah, gejalanya penderita Asperger itu, dia susah bersosialisasi dan cenderung tertutup dengan lingkungan sekitarnya. Namun, karena sikap tertutupnya itulah yang mungkin membuat otaknya bekerja lebih baik karena daya konsentrasinya yang tinggi dan kecerdasannya yang gak main-main tingginya. Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Hanya dalam waktu beberapa menit setelah peristiwa penembakan terjadi, jutaan kecaman dan simpati mengalir dari berbagai penjuru Amerika bahkan dunia. Bahkan, Presiden Obama sendiri sempat menangis saat memberi pernyataan duka kepada para korban dan keluarga. Doa-doa dipanjatkan, bunga-bunga ditaburkan sambil berharap nyawa anak-anak polos itu sudah damai di surga, serta berharap supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini di Amerika.

Apakah salah pemerintah, yang mengizinkan kepemilikan senjata api di kalangan masyarakat sipil?

Apakah salah pengayom masyarakat, yang cenderung acuh-tak acuh pada kaum berkebutuhan khusus seperti Adam Lanza dan pelaku-pelaku penembakan dahulu?

Di artikel ini, aku lebih memilih tidak mengomentari apapun. Berdebat dan berkomentar memang bagus untuk memperbaiki kondisi, tapi tidak akan memperbaiki hati mereka yang terluka, baik kehilangan anggota keluarga yang mereka sayangi, maupun rasa shock yang masih membayangi jiwa mereka. Bukan hal yang mudah buat move-on, apalagi saat kita menyadari bahwa anak-anak kecil seperti mereka itu, yang seharusnya masih punya banyak mimpi untuk masa depan mereka, harus mengakhiri mimpi dengan cara setragis itu. Lalu para guru dan kepala sekolah, yang dengan berani melindungi anak-anak, bahkan mengorbankan nyawanya supaya anak-anak itu bisa tetap bermimpi dan bercita-cita, mereka pantas dijadikan sebagai pahlawan! Mereka, martir yang memberi pengalaman bagi kehidupan masyarakat Amerika, bahwa sesuatu harus diperbaiki secepat mungkin, supaya tidak terulang lagi kejadian yang sama di masa depan.

Finally, I offer my deepest condolence for victims of Sandy Hook Elementary School shooting, especially for their families. My pray is flowing for you. God bless you all, and I hope His Love may heal you and give you a new spirit for your new days and hopes 🙂

 

From Indonesia,

R.M.T.B.D.J

Berita dalam foto, diambil dari berbagai sumber di internet

20121217Adam390x250

Si Adam Lanza, pelaku penembakan di sekolah Sandy Hook

obama_cries_newtown_sandy_hook

Obama menyeka air matanya saat membacakan pidatonya soal tragedi Sandy Hook

nf-sandy-hook-victims-1217

Kini mereka sudah tinggal damai bersama Bapa di surga …..

kids-3article-0-168BB934000005DC-130_634x423article-0-1688E03F000005DC-818_634x424school-shooting-6b-6001098027930

Iklan

I’m a Simmer: Ceritaku dan The Sims

Pasti teman-teman sudah tahu game The Sims kan?

Yap! Game ini sangat populer loh, bahkan sudah menjaring sekitar 1 milyar pengguna sampai hari ini! Apalagi beberapa hari yang lalu, expansion pack dari Sims 3 yang terbaru, Sims 3 Seasons resmi dirilis di Amerika Serikat. Di sini, para gamers diajak untuk menikmati permainan dari orang-orangan/sim buatan mereka sendiri di tengah suasana 4 musim yang disediakan, seperti musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Banyak benda-benda dan furniture baru, event-event yang sayang untuk dilewatkan. Wow, baru aku lihat gameplay nya di Youtube aja sudah bikin ngiler cooy, apalagi kalau maen!! Sayangnya, komputerku tidak kompatibel dengan game ini. Pingin rasanya aku hancurin komputerku ini cuma dibuat alibi beli komputer baru, tapi terus kuurungkan niatku, daripada orangtuaku malah jual aku buat gantiin komputernya 😐 (ini gak ciyus loh)

Katy Perry dan karakter simnya dalam expansion pack The Sims 3 Showtime dan juga The Sims 3 Katy Perry’s Sweet Treats (ini special edition looh)
Sumber: http://beefjack.com/files/2012/01/the-sims-3-katy-perry-header.jpg

Nah, banyak teman-temanku tanya, darimana dan gimana asalnya kok aku bisa suka game ini? Kadang aku dianggap cupu sama mereka karena aku lebih senang sama game-game kayak ginian ketimbang game-game perang atau hantu-hantuan. Ya sebenernya sih gak 100% bener, karena aku juga pernah maen Age of Empire 1,2, dan 3, terus Left 4 Dead komplet juga, GTA, The Godfather, dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan tembak-tembakan/bunuh-bunuhan. Tapi, kenapa aku lebih memilih The Sims sebagai game yang paling aku sukai, begini ceritanya ……..

Pertama aku mengenal game ini, kalau gak salah pas kelas 3 SD. Ini masih zamannya The Sims 1. Waktu itu aku masih belum punya komputer sendiri loh hehehe 😆

Aku mengenalnya saat kakak sepupuku memainkannya di komputernya. Nampaknya sulit ya, membangun sebuah rumah, terus nempatin benda-benda, bikin interaksi sama tetangga, bikin anak, banyak deh. Tapi kok keliatan asyik? Aku coba deh main pelan-pelan, dan WOW It’s AMAZING! Ternyata dengan maen The Sims, aku jadi mengasah otakku untuk berkreativitas membuat rumah dan berinteraksi dengan tetangga. Karena game ini menggunakan bahasa Inggris, gak jarang aku buka kamus dan kemudian cari sendiri kata-kata yang sulit. Alhasil, kemampuan berbahasa Inggrisku jadi lumayan mantap untuk anak seusiaku waktu itu.

Waktu berlanjut sampai The Sims berkembang jadi The Sims 2 dan The Sims 3, lengkap dengan expansion packnya yang terbilang banyak itu. Tapi, peduli apa gua? Yang penting main, toh juga ada efek positifnya kan?

Nah, sayangnya bahwa kebinalanku buat maen The Sims tidak sinkron sama kemajuan teknologi keluargaku. Pas pertama kali keluargaku beli komputer, aku senang banget dan langsung aku isi dengan game-game The Sims. Alhasil, 2 kali aku berhasil menjebol komputerku. Hehehehe 😆

Sekarang, aku tidak punya kesempatan untuk maen game ini lagi. Kakak sepupuku sudah bosan dengan game ini sehingga dia sudah menutup rapat-rapat komputernya untuk game ini. Bahkan dia menolak tawaranku buat nginstall The Sims 3 di komputernya (Jelas lah! Itu kan komputernya orang, bukan komputerku!). Oke, bejo tidak berada di tanganku sekarang.

Tapi aku masih berharap suatu hari nanti orangtuaku, atau mungkin aku sendiri kalau sudah punya uang, bakal mengupgrade komputer kuno ini menjadi baru sehingga aku bisa maen The Sims lagi. Amiiiin!! 😀

 

Btw, kalau ada yang pingin tau sim/karakter buatanku, bisa dilihat di sini;

The Story of Legendary Family: Robinson (part I)

The Story of Legendary Family: Robinson (part II)

Sims 3 Colletion Gallery

 

R.M.T.B.D.J

Menjadi Penulis Blog Yang Konsisten dan Disiplin

Well, aku minta maaf kepada semuanya saja yang nampaknya sudah menunggu hasil karyaku tentang “Trilogi 3 Waktu”.

Memang untuk menjadi penulis, terutama penulis cerpen, cerbung, novel, dll tidaklah mudah. Biasanya penulis itu seorang mahasiswa/i atau om-om dan tante-tante yang punya waktu luang yang cukup banyak untuk mencari ide dan pada akhirnya menuliskan idenya tersebut dalam goretan kertas atau ketikan di laptop kesayangannya.

Tapi aku?

Siswa SMA kelas 2 yang sedang digenjoti berbagai macam tugas dan ulangan. Saking banyaknya hal yang harus dikerjakan di sekolah, rasa malas untuk menulis mulai muncul dan menyerang sampai syaraf-syarafku (itu bahasa alaynya), termasuk menulis di blog ini. Blog mulai ditelantarin, dan begitu dibuka kembali? Fiuuh debu bertebaran di mana-mana. Syukur visitors masih lumayan banyak, jadi masih bolehlah bernafas lega. Ya, bikin blog itu emang selain buat menyalurkan hasrat dan emosi dalam bentuk tulisan, salah dua tujuannya adalah dapat popularitas, plus dapat duit hasil iklan di blog. Itu enaknya. Tidak enaknya adalah, kita harus terus mengupdate blog kita supaya tetep eksis dan menaikkan rating. Itu yang menjadi beban buat aku, terlebih kalau tugas dan ulangan di sekolah menumpuk. Syukur Puji Tuhan, UAS sudah selesai hari ini. Karya tulis pun selesai tepat waktu (kalau belum tahu soal karya tulisku, bisa dilihat di sini) dan tinggal menunggu waktu yang pas untuk ujian materi. So, blog siap dirumat lagi!!! xD

Sebenarnya awal aku berkenalan dengan dunia tulis-menulis adalah sewaktu aku duduk di bangku kelas 3 SD. Sudah agak lupa sih awalnya gimana, tapi aku masih ingat waktu itu aku sangat suka menulis cerita-cerita seputar misteri hantu dan perburuan harta karun. Ada juga kisah tentang raja dengan piala yang hilang, tapi tulisannya sudah lama hilang. Mungkin sudah dibuang atau masih tertumpuk di buku-buku SD.

Pengalamanku paling eksis adalah di waktu kelas 4 dan 5 SD. Waktu itu aku ikut ekstrakulikuler Jurnalistik agar kemampuan tulis-menulisku berkembang. Nah yang paling membanggakan adalah aku dapat memuat karya ku yang pertama dalam tabloid sekolah. Judulnya adalah “Kalung Permata Pembawa Kesialam” (dalam waktu dekat akan aku post kan ceritaku itu di sini). Selain itu, sebagai rasa banggaku akan karyaku itu, aku membuat 1 file dengan berbagai macam folder yang isinya, FULL of cerita-cerita garapanku sendiri, mulai dari cerpen, cerbung, sampai cerpen.

Entah kenapa antusiasme untuk menulis berkurang secara perlahan waktu masuk SMP. Mungkin karena tugas-tugas mulai menumpuk ditambah banyak masalah menghadang, hasrat untuk menulis jadi berkurang, bahkan hilang samasekali. Guru-guru SD ku yang mengetahui hal itu sangat kecewa dan menyayangkan sikapku waktu itu. Tapi mau bagaimana lagi, memang kalau sudah tidak hasrat untuk menulis ia susah dilanjutin ……..

Namun Tuhan berkehendak lain. Nampaknya Bapa di Surga masih berkeinginan aku menulis. Aku masih ingat salah satu pelajaran di SMP menyuruh murid-muridnya menulis artikel dan cerpen. Aku pun mulai mencoba menulis lagi, meskipun sedikit asal-asalan. Tidak masuk, memang, tapi setidaknya, kemampuanku mulai terasah lagi sejak itu. Hal itu semakin terasa saat masuk SMA, di mana guru Bahasa Indonesiaku waktu itu mengharuskan setiap anak membuat cerpen untuk keperluan tugas. Dua kali guruku menyuruh murid-muridnya membuat tugas cerpen. Syukur, 2 kali aku membuat, 2 2 nya diapresiasikan baik, bahkan salah satunya dilombakan di kancah kota, meskipun harus gugur di tengah jalan. Tidak apa-apa, bagiku hal ini sudah membuktikan bahwa Tuhan masih ingin aku menulis =-D

Salah satu tulisan ku yang paling terkenal, terutama di kalangan fans MJ adalah “Filsafat Cinta ala Michael Jackson“. Bagiku sendiri, baru ini masterpiece yang bisa aku buat dari 10 tahun lebih pengalaman ku menulis. Mungkin karena respon yang luar biasa di kalangan teman-teman MJL.

Nah, selagi semangat, aku umumin bahwa “Trilogi 3 Waktu” akan terbit secara bertahap, yaitu tanggal 10, 12, dan 15. Tolong doain ia, semoga tidak mundur lagi hehehe ……..

R.M.T.B.D.J

Sepi – Sebuah Jeritan Hati Seorang Anak Buangan

Pasti bahagia membayangkan begitu banyak teman yang kita punya, betapa luas pergaulan kita. Hidup serasa tidak sendirian dan terasa sangat menyenangkan.

 

Tapi tidak dengan aku ……..

Jujur, seumur hidup aku belum pernah mendapatkan seorang teman pun yang benar-benar dekat dengan aku. Percayakah kalian? Yang aku punya hanyalah teman yang sebatas teman, tidak lebih dari itu.

Aku merasa iri dan sakit ketika melihat banyak orang yang bercengkrama bersama, ngobrol dan guyon bersama. Kenapa aku dilahirkan berbeda? Aku juga ingin seperti mereka. Bisa bercanda, guyon, berbasa-basi bersama. Tapi, kenapa aku tidak bisa melakukannya?

Aku sadar, sejak kecil aku punya keterbatasan dalam bergaul. Bahkan aku tidak punya seorang teman pun di TK. SD pun hanya segelintir. Apalagi SMP.

Sebenarnya SMA ini, aku berusaha mendapatkan banyak teman. Aku ingin berubah menjadi sosok yang benar-benar bisa bergaul, bisa guyon dengan mereka.

Tapi apa yang terjadi?

Berawal dari rasa sakit yang mendalam akibat dikhianati seorang “mantan” sahabat, hidupku bagaikan terjun hingga jurang yang terdalam. Sungguh beruntung dia, bisa dengan mudah bergaul dengan teman-temannya dengan canda dan gurauan yang ia buat.

Sedang aku?

Kembali jatuh dalam luka lama, bahkan jauh lebih merobek relung hatiku yang telah jauh lama terluka. Rasa sakit ini semakin tak tertahankan saat tahu bahwa aku, ternyata, tidak punya teman.

Ku niatkan diri untuk berubah dan membuktikan bahwa diriku bisa mendapatkan teman, tapi hasilnya malah jauh dari harapan. Mengerikan, sangat mengerikan.

Teman,

Sadarkah kalian betapa aku sangat menghargai dan mencintai kalian?

Aku hanya ingin mengenal dan berteman dengan kalian

Kenapa harus aku yang merasakan semua ini?

Apa memang aku terbuang?

Terbuang bagi kalian?

Terbuang bagi dunia ini?

Aku hanya ingin kalian menjadi temanku, yang mau menerima aku apa adanya, yang mau bercanda gurau denganku.

Aku tahu aku pendiam dan tidak bisa membuat lelucon

Dan aku juga tahu diriku susah berbaur dengan kalian

Tapi bukan berarti aku tidak butuh teman

Apakah rasa kesepian ini harus aku tanggug hingga akhir hayatku?

Aku hanya ingin teman

Bapa, apa gunanya aku hidup jika aku tidak pernah punya teman?

Tetapi apalah gunanya aku berharap apabila aku memang susah bergaul, Bapa?

Kenapa Engkau menciptakan aku serusak ini?

Kenapa Engkau menciptakan aku sebagai bahan olokan?

Dan kenapa Engkau memberikan kekurangan ini padaku?

Engkau mau apa padaku?

10 tahun aku bergulat dengan dilema ini, apa tujuanMu?

Dan apa gunanya aku hidup,bila tidak ada yang peduli?

Bahkan Engkau pun tidak pernah peduli kan?

Membiarkanku menangis dalam sepi

Biarkanlah aku terbuka, Bapa

Aku ingin berubah, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya

Tolong Bapa, aku juga manusia

Aku juga ingin merasakan indahnya persahabatan dan rasa membahagiakan orang di sekitarku

Jika Engkau ingin aku tetap hidup, rubahlah aku menjadi lebih baik lagi!

Tolong Bapa ………….

 

AnakMu, R.M.T.B.D.J