Mereka pasti sudah di surga!

Pasti teman-teman masih mengingat kisah seorang anak dari suatu denominasi yang, katanya, mendapatkan suatu penglihatan. Bukan sembarang penglihatan lho! Dia melihat 2 tokoh penting yang pernah mengguncang dunia dengan karisma dan perbuatannya, yakni Bapa Suci Yohanes Paulus II dan Sang Raja Pop Michael Jackson, berada di neraka.

Jelas, hal ini menimbulkan kegemparan bagi masyarakat banyak, terutama kepada umat Katolik dan penggemar Michael Jackson yang tidak terima idolanya dikatakan masuk neraka. Bahkan, ada yang tergoncang imannya, terutama atas penglihatan yang dikatakan oleh si anak tadi. Ya jelas gimana gak mau terguncang, wong yang dibilang masuk neraka aja sampai Paus, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik dan wakil Kristus di Dunia. Gimana caranya beliau masuk neraka? Apakah doa-doa dan amal ibadahnya tidak diterimaNya?

Nah, jangan khawatir ………… πŸ™‚

Untuk Bapa Suci, Gereja Katolik sudah punya pembelaannya sendiri, di situs Katolisitas dan blog Doddy Prayogo. Ketika teman-teman membacanya, pastilah teman-teman yakin 100% bahwa apa yang dialami oleh si gadis ini hanya semacam “bunga mimpi”, atau mungkin ada pengaruh roh jahat juga, sebab seperti firman Tuhan, setan dan si jahat dapat menyamar sebagai malaikat terang. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian hingga bertahun-tahun untuk membuktikan, benarkah mimpi/penglihatan seseorang sungguh-sungguh berasal dari Tuhan atau bukan. Lagipula, Bapa Suci sudah dinyatakan sebagai “Kudus” oleh Gereja, dengan bukti-bukti mukjizat yang sudah dianalisa dan diteliti oleh himpunan para dokter dan kaum beriman. Apa hal itu masih membuktikan bahwa Bapa Suci ada di neraka? πŸ˜† Akupun pernah beberapa kali memohonkan doa melalui perantaraan Bapa Suci dan Bunda Maria untuk mendoakan temanku yang lagi sakit. Hasilnya? Besoknya dia sembuh, benar-benar sembuh! Nah hayoo mau ngomong gimana lagi hayoo? πŸ˜›

Sementara untuk Michael Jackson, aku punya cerita menarik. Sebelumnya, aku mau cerita dulu.

Gereja Katolik mempercayai adanya api penyucian. Di sini, semua orang yang dianggap layak masuk surga tetapi masih “kotor” karena dosa, akan “dibersihkan” di tempat ini. Analoginya sama seperti kita yang baru masuk rumah habis hujan. Pasti badan kita basah, belum lagi kotor kena cipratan lumpur atau kotoran di jalanan yang basah. Apa nyaman kita mau melakukan sesuatu di dalam rumah dengan kondisi baju dan tubuh sekotor itu? Kita perlu membersihkan diri dengan mandi, ganti baju, kalau perlu menyemprot parfum favorit kita. Jadi bersih kan? Seperti itu fungsi dari api penyucian.

Manusia akan “dibersihkan” di sini dengan penderitaan. Bukan penderitaan fisik yang paling utama, tapi penderitaan kasih. Kenapa? Sebab di sini kita disadarkan betul bahwa selama hidup kita di dunia, Tuhan begitu mengasihi kita, tapi kita melukaiNya dengan dosa-dosa kita. Memang, hukumannya tidak terlintas oleh ruang dan waktu, tapi mereka masih punya harapan. Harapan untuk bebas dari api penyucian, bebas dari penderitaan, hingga mereka bisa bersih seutuhnya dan masuk ke dalam Surga. Tapi, berapa lama mereka terus berharap? Berapa lama mereka harus menderita di sana? Kan kasihan kalau mereka terus-terusan di sana ….. 😦

Nah, tahukah teman-teman, bahwa kita dapat membantu mereka! Membantu apa? Membantu mempersingkat waktu mereka di api penyucian. Bagaimana caranya? Misa dan doa adalah sarana paling ampuh menyelamatkan mereka! Terutama jika kita mempersembahkan misa kudus untuk keselamatan jiwa-jiwa mereka sebanyak 3 kali (berdasarkan penglihatan visioner Maria Simma dan beberapa visioner lain), maka mereka akan langsung bebas dan dapat masuk ke surga. Lebih ampuh lagi jika kita mempersembahkan misa atau mendoakan mereka selama bulan November, terutama dari tanggal 1-8 November. Bukan hanya mereka yang selamat, kita juga akan mendapatkan janji keselamatan, yakni indulgensi, asalkan syarat-syarat minimal juga harus dipenuhi(= mengaku dosa, menyambut Ekaristi Kudus, dan berdoa untuk ujud Bapa Suci, dilakukan setidak-tidaknya dalam sehari, jangan ditunda-tunda).

Lalu, apa yang aku lakukan di tanggal-tanggal itu?

YA! Aku mendoakan banyak orang, mempersembahkan nama-nama teman-teman, tetangga, bahkan keluargaku sendiri, termasuk Michael, ke dalam intensi misa. Jujur aku sedikit malu bahwa kertas intensi yang aku sodorkan ke romo bukan main banyaknya, dan itu semua adalah permohonan kesejahteraan arwah. Tapi demi keselamatan mereka semua, buat apa harus malu! Bagiku, mereka dulu yang harus selamat. Nah setelah selamat, mereka pasti bakal mendoakan aku dari surga hehehe πŸ˜€

Tapi yang penting mereka harus selamat. Kasihan kalau mereka terus-terusan di api penyucian. Satu hal yang aku yakin, bahwa Michael pun juga masih ada di api penyucian. Dia butuh doa-doa supaya dia bisa bebas, dan oke, inilah saatnya aku menolong idolaku sendiri.

Selama beberapa kali dalam waktu 8 hari itu, aku mempersembahkan nama mereka, termasuk Michael. Kadang aku pesimis, apakah doaku didengar oleh Tuhan? Atau, apakah doaku masih dianggap terlalu berat bagi Tuhan untuk dikabulkan? Tapi, aku tidak menyerah!

Hingga tanggal 9 November, Jumat malam lalu ……………

Aku baru saja pulang dari bimbingan belajar. Karena aku masih harus membantu teman-temanku mempersiapkan Dempo Fair(eventΒ setahun sekali yang diadakan sekolahku), aku mampir ke sekolah sebentar, lalu ke rumah temanku, lalu sekitar jam 11-an aku kembali ke sekolah untuk pulang bersama ayahku. Jujur waktu itu perasaanku sedang galau karena diliputi berbagai masalah. Aku sadar bahwa aku susah buat senyum pada waktu itu, walau aku memaksakan diri untuk senyum dengan romo dan guru yang kebetulan masih ada di sana. Aku duduk di mobil dan mulai memutar radio. Dan tebak apa yang terjadi??

Pas aku memencet tombol ON di radio, ada lagunya Michael, baru mulai main lagi! Judulnya adalah “Smile“. Lagu ini diciptakan oleh Alm. Charlie Chaplin(pasti tahu kan siapa beliau) dan dinyanyikan kembali oleh Michael, setelah sebelumnya pernah dinyanyikan oleh Alm. Nat King Cole. Lagu ini memberikan peneguhan buat siapa saja yang mendengarnya, termasuk aku, buat tersenyum, terutama dalam situasi di mana hatimu sedang remuk redam, saat kamu punya masalah dengan seorang temanmu, atau saat hatimu sedang galau, gundah gulana. Wow, jujur pada waktu hal ini terjadi, aku merasa aku bisa tersenyum lagi. Aku merasa bahwa beban ku terasa hilang, walau gak semua sih. Tapi 1 hal yang paling aku rasain waktu itu, aku merasa bahwa Michael mengunjungi aku. Michael mungkin ingin mengucapkan rasa terima kasihnya kepadaku, atas segala doa-doa yang aku persembahkan kepada Tuhan demi keselamatannya, dan caranya mengucapkan terima kasih kepadaku adalah dengan lagu itu. Michael ingin aku tersenyum bahagia, Michael ingin supaya aku tidak perlu bersedih lagi, dan Michael ingin supaya aku menyerahkan semua masalahku, kesedihanku, dan kegalauanku kepada Tuhan saja. Perasaan damai yang tiba-tiba muncul itu membuat aku meneteskan air mata. Ya tidak sampai menangis gaya alay lah, cuma sebagai ekspresi rasa kebahagiaan dan kedamaian yang aku rasakan saat itu. Aku langsung berdoa pada Tuhan, mengucap syukur atas apa yang Dia berikan kepadaku, termasuk soal Michael, dan kuserahkan padaNya seluruh masalah dan kegundahan hatiku padaNya. Plooong deeh πŸ˜‰

Itu yang membuat aku sungguh-sungguh yakin bahwa Michael pun kini juga sudah pergi ke surga, bercengkerama, menyanyi, dan berdansa dengan para penghuni surga, termasuk Bapa Suci sendiri. Aku tidak akan pernah lupa dengan pengalaman ini, sampai kapanpun. Bagiku, ini adalah suatu pengalaman iman yang benar-benar berharga, menunjukkan bahwa Surga, Api Penyucian, dan Neraka itu benar-benar ada. Namun yang paling berharga, aku mengetahui Kerahiman Allah yang tiada batasnya, yang mau menerima manusia-manusia ciptaanNya, sehitam atau seburuk apapun dosa yang ia punya, asalkan dia mau sungguh-sungguh bertobat dan menerima Tuhan dalam hidupnya.

Semoga artikel ini dapat semakin meneguhkan iman kita kepada Tuhan, apapun agama yang kita anut πŸ˜€

 

R.M.T.B.D.J

Iklan

Belajar Mencintai Tanah Air – Refleksi Kemerdekaan RI 2012

MERDEKA! πŸ˜€ πŸ™‚

Wow betapa istimewanya kata di atas! Bahkan kata tersebut sudah sejak kemarin kata-kata di atas berkumandang di segenap penjuru kota di Indonesia. Spanduk-spanduk kemerdekaan dan bendera-bendera bercorak merah putih sudah mendominasi tiap jalan dan rumah-rumah. Rasanya itu jadi ramai banget, apalagi perayaan kemerdekaan tahun ini berada H-2 perayaan Idul Fitri. Sambil berburu takjil dan berpuasa, sambil juga merayakan hari raya kemerdekaan, kata beberapa orang teman-temanku.

Well, bagiku sendiri, perayaan kemerdekaan tahun ini membawakan makna tersendiri.

Tahun ini adalah tahun terakhir aku merayakan hari raya kemerdekaan di instansi sekolah, soalnya tahun depan aku sudah lulus SMA. Biasanya masa-masa SMA itu, termasuk hal-hal yang paling membosankan sekalipun, termasuk upacara, kalau dikenang-kenang akan menjadi masa yang sangat-sangat indah. Teringat-ingat bagaimana rasanya menjadi paskib waktu kelas X, menang berbagai perlombaan 17-an, dan semua hal yang belum tentu ada di lingkungan RT/RW bahkan lingkungan perkuliahan sekalipun.

Sayang, masih saja ada beberapa teman yang belum begitu paham akan artinya perayaan kemerdekaan ini, terutama upacara bendera. Mereka biasanya lebih memberatkan pada, “Aduuh daripada upacara mending tidur aja deeh”, atau “Bolos ah, cuma upacara aja loh, gak penting”, dan lain-lain. Lebih parah lagi karena tanggal 17 itu termasuk tanggal yang kepepet sama hari libur dan hari raya, banyak yang sudah absen duluan untuk berlibur atau mudik ke kotanya masing-masing. Alasannya sih, tiket pesawat sudah dipesan, ribet dan eman-eman kalau gak terpakai, apalagi ini musim mudik, di mana tiket transportasi di manapun menjadi barang yang teramat langka.

Nah, contoh di atas nampaknya merupakan suatu keprihatinan tersendiri, bagaimana kepentingan berbangsa dan bernegara diabaikan hanya untuk kepentingan pribadi. Sudah begitu, menjadi rakyat yang suka menuntut sana-sini, ngomong katanya pemerintah gak becus, ngomong kalau kebudayaan-kebudayaan di Indonesia ini kampungan, wow apakah dia masih pantas jadi warga negara ini?

Teman-teman, bagiku, mencintai bangsa dan negara ini berarti mencintai apa yang ada di dalamnya. Bagaimana cara kita mencintai kebudayaan-kebudayaan bangsa ini, bagaimana kita menghargai produk-produk dalam negeri, apapun yang kita lakukan demi bangsa ini, sekecil apapun itu, kiranya sudah membantu bangsa ini melangkah maju. Sebejat apapun pemerintahannya, tapi kalau kita masih menyatakan cinta kita pada bangsa ini, mereka pun pasti akan tunduk pada kita. Jangan suka menuntut yang macam-macam terhadap pemerintah dan negara ini apabila kita sendiri masih bersikap seolah-olah bukan warga negara Indonesia, yang antipati terhadap sesuatu yang berbau negara ini, suka memakai produk-produk luar negeri, tidak hormat sewaktu upacara bendera, dan lain sebagainya.

Bagaimana bisa kita menuntut agar negara ini maju kalau kita sendiri tidak mencintainya dengan sepenuh hati?
Mulailah dari dirimu sendiri, jadikan dirimu sebagai pribadi yang cinta akan negara ini.

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA!!

Jadilah bangsa yang semakin SUPER di tahun yang ke-67

Yang akan selalu dikenang dan dipuja tiap bangsa

Tempat di mana mata akan terbuka pertama kali,

Hingga menutup untuk selama-lamanya πŸ™‚

 

Bapa Yang Mahamulia, terima kasih atas segala berkat dan rahmat yang boleh Engkau beri atas negara dan bangsa ini. Terima kasih karena Engkau telah memberikan kami bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. Meskipun beraneka macam budaya dan agama yang ada, kami tetaplah satu bangsa dan satu negara, yaitu Indonesia.

Bapa, kami memohon kepadaMu saat ini, tolong sertailah dan bimbinglah negara ini, lindungilah dari segala macam perpecahan dan permusuhan yang mengancam kedaulatan dan kesatuan kami sebagai satu tubuh. Berkatilah para pejabat negara dan pemimpin masyarakat yang telah Engkau percayakan untuk kami. Semoga mereka dapat menjadi perpanjangan tanganMu sendiri, yang dapat merawat kami dan negara ini. Utuslah Roh KudusMu pada mereka supaya segala tantangan dan godaan duniawi yang mereka hadapi bisa mereka patahkan demi kemuliaan namaMu dan negara Indonesia.

Bapa, semua doa-doa yang dipanjatkan demi negara ini, hari ini, aku mohon Bapa, dengarkanlah dan jadilah seluruhnya atas kehendakMu sendiri. Kami serahkan semua doa-doa ini dengan perantaraan Yesus Kristus, PutraMu dan Juru Selamat kami. Amin.

Bunda Maria, kami serahkan negara ini dalam lindungan mantol keibuanmu. Semoga berkat kasih sayang keibuanmu, sama seperti Yesus, dapat menjadikan negara ini berkat bagi dunia. Kami mohon hantarkanlah doa-doa ini kepada Putramu sendiri, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

 

Dari salah satu putra bangsa ini,

R.M.T.B.D.J

 

Gerakan Doa Imamat Kekal

RE-POSTING UNDANGAN BERDOA BERSAMA untuk PARA IMAM
Setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB mulai tanggal 12/07/2012
(GARDA IMAMAT KEKAL – Gerakan Doa Imamat Kekal)

 

Berawal dari perbincangan di grup BB, dirasakan adanya godaan dan gangguan yang makin intens terhadap para Imam Gereja Kristus yg Satu, Kudus, Katholik, dan Apostolik.
Beberapa Imam yang amat potensial telah nyata2 menjadi sasaran dan dijatuhkan oleh iblis.
Atas dasar keprihatinan itu, beberapa orang secara spontan mendeklarasikan Gerakan Doa Imamat Kekal (GarDa Imamat Kekal)

Apa itu Garda Imamat Kekal? Tak lain adalah sebentuk kepedulian kita (umat maupun klerus) utk berdoa bagi keselamatan jiwa dan keselamatan panggilan para Imam Gereja agar dijauhkan dari godaan, dianugerahi kemampuan dan kemauan utk melangkah bersama Kristus utk menggembalakan domba2Nya dengan setia.

 

Komitmen Garda Imamat Kekal adalah:

  1. Berdoa setiap KAMIS pukul 20.00 dengan perantaraan St. Yoannes Maria Vianney utk kesetiaan panggilan Imamat dan keselamatan jiwa para Imam Gereja Kristus.
  2. Menumbuhkan kepedulian umat utk mengingatkan para Imam yg dirasa mengalami krisis dan godaan panggilan.
  3. Menumbuhkan kepedulian dan kesadaran umat akan “imamat umum” yg telah diterima melalui Sakramen Baptis. Dengan begitu, diharapkan umat memiliki kesadaran untuk TIDAK HANYA meminta Berkat dari tangan Imam tapi juga memohonkan Berkat Allah bagi para Imam.

 

Bagi saudara-saudari seiman yg peduli dengan apa yang dirasakan dlm posting ini, diharap mau meneruskan posting ini. Saran dan usul amat dihargai.

Salam Kasih dalam Kristus Yesus;
Gerakan Doa Imamat Kekal

Sumber: Komunitas Doa Online Katolik

Can You See Jesus’ Smile On Your Eyes?

Lihat 3 titik yang ada di gambar selama kurang lebih 30-40 detik, lalu alihkan pandangan mata ke dinding polos rumah Anda. Lihatlah betapa manisNya Sang Juru Selamat menyapa kita satu demi satu dengan tatapan dan senyuman damaiNya.

Selamat pagi! Tuhan memberkati selalu πŸ™‚

R.M.T.B.D.J

Jesus, I Really Trust In You – Persiapan Menuju “Alam Hening”

Hari demi hari semakin cepat berlari. Ketika sudah tiba minggu ini, aku mulai tersadar dari tidurku. Hanya seminggu sebelum aku menjadi pelayan Tuhan yang baik di tempat yang kusebut sebagai Alam Hening.

Yaa, banyak remaja sudah menunggu momen ini. Hanya sekali dalam setahun, namun kenangan seumur hidup. Aku percaya, mereka yang menunggu untuk ke sekian kalinya sudah terjamah oleh kuasa kasih Allah di tempat ini. Kemudian mereka mengajak siapapun yang belum mengalami pengalaman yang sama untuk merasakannya. Sensasi nikmat dari perjalanan batin yang hening, bercampur dengan pujian dan penyembahan bagi Allah Tritunggal. Bersenandung bahasa surgawi, membuat jiwa menjadi damai, berasa berlindung dalam lingkupanNya selalu.

Tahun ini aku akan menjadi hamba bagi mereka. Aku percaya ini terjadi karena rahmat Bapa sendiri. Dia yang sudah menemaniku selama hidup, Dia yang sudah menuntunku ke kasihNya sendiri, dan Dia sendiri yang mengundang aku untuk mengalami hal yang sama, sekali lagi. Kini saatnya aku akan membawa mereka semua kepada pengalaman yang sama, ketika kuasa cinta kasih Tuhan berkuasaΒ  menyelamatkan jiwa-jiwaNya yang tersesat dan membutuhkan pertolongan. Setelah aku yang diselamatkan, kini giliran aku membantu mereka untuk diselamatkan. Bersama dengan hamba-hamba yang lain, bersatu dalam kerendahan hati seorang hamba Tuhan untuk melayani mereka dengan cinta kasih dan sukacita.

Bapa, berkati kami, berkati acara ini, berkati mereka yang rindu akan jamahan kasihMu pada acara ini. Meskipun hanya seminggu, biarkan waktu seminggu itu menjadi waktu yang sangat berharga bagi kami semua, terlebih bagi Engkau yang merindukan anak-anakMu ini. Biarkan sukacita dan pertobatan boleh kami rasakan di acara ini, dan berilah kuasa RohMu pada kami semua, supaya acara ini dapat berjalan lancar. Kami tidak akan bisa melakukan ini semua tanpa penyelenggaraan IllahiMu sendiri.

Semoga kami benar-benar bisa belajar untuk mempercayakan dan menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam NamaMu saja, yang Agung dan Kudus, melebihi segala yang ada di alam semesta ini, sebab hanya pada Engkaulah jalan keselamatan itu ada, dan kuasaMu lah yang akan menyelamatkan dan membawa kami semua ke dalam jalanMu itu.

Maka pada akhirnya, kami serahkan diri kami dan acara ini seutuhnya hanya ke dalam tanganMu, demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami, yang hidup dan bertahta bersamaMu dalam Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

Amin πŸ™‚

 

Anakmu, R.M.T.B.D.J

Jesus, I trust in You ………..

 

 

 

 

Percakapan Yesus Dengan Seorang Pendiri Gereja #justforfun

Yesus: “Gereja-Ku Kudirikan di atas Petrus, rasul-Ku, dikuatkan dan dikembangkan oleh Paulus, sahabat-Ku ……”

Pendiri gereja: “Hai, Yesus!! Aku telah mendirikan sebuah gereja atas nama-Mu!”

Yesus: Wow, kamu hebat!”

Pendiri gereja: “Kenapa?”

Yesus: “Karena engkau bisa mendirikan gereja seperti-Ku. Engkau sama seperti Aku. Kita berdua disebut pendiri Gereja.”

Pendiri gereja: “Iya, aku hebat, Yesus, tapi tolong berikanlah kekuatan-Mu kepada gerejaku karena kudirikan atas nama-Mu.”

Yesus: “Masa begitu sih? Kalau engkau mendirikan gereja maka engkau juga harus bertanggung jawab atasnya. Engkau kan sang pendirinya.”

Pendiri gereja: “Tapi …….”

Yesus: “Saudara, Aku telah bersabda kepada Petrus, ‘…di atas batu karang ini Aku akan dirikan Gereja-Ku dan alam maut tidak akan pernah menguasainya sampai akhir zaman.'”

 

 

 

 

 

Sumber: ————————-

The Power of Forgiving – Tips dan Cara Penyembuhan Luka Batin

Empat hari bergelut dengan luka batin benar-benar membuat dada sesak, tapi pada akhirnya, lega dan ploong ……

Yaa, selama 4 hari aku mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin di Pertapaan Karmel, Ngadireso, Tumpang. Di sana memang sudah terkenal dengan retret-retret nya yang “ampuh” untuk mengatasi persoalan hidup, salah satunya luka batin. Topik satu ini selalu membuat setiap orang galau, aku pun termasuk. Beruntung berkat pertolongan Tuhan dan para suster yang mendoakan ku, kini aku sudah sembuh, sampai sekarang. Hehehe πŸ˜€

Ternyata kunci dalam penyembuhan luka batin itu cuma 1. Pengampunan.

Ya, hanya dengan memaafkan, diri kita mulai bisa mengikhlaskan dan menerima apa yang pernah melukai hati kita di waktu lampau. Mengampuni/memaafkan di sini BUKANLAH sebuah perasaan, melainkan merupakan keputusan. Keputusan untuk sembuh, meskipun mungkin terasa sulit, tapi bayangkan ketika kita memutuskan untuk memaafkan, hati ini akan mulai terasa ringan dan lega. That’s FACT!!

Aku berikan link yang bagus soal penyembuhan luka batin => http://www.carmelia.net/index.php/artikel/karismatik/262-penyembuhan-luka-batin

Well, apapun penyebabnya, luka batin itu jelas menganggu perkembangan dan pertumbuhan hidup seseorang. Aku sempat mencatat apa saja ciri-ciri luka batin itu. Tidak semua sih, tapi satu gejala saja sudah bisa berarti tanda bahwa kalian mengalami luka batin.

  1. Mudah tersinggung.
  2. Ketakutan tanpa alasan.
  3. Mudah marah.
  4. Khawatir akan masa depan.
  5. Emosi yang tidak terkendali.
  6. Sulit bergaul, mudah menyakiti orang lain.
  7. Homoseksual, lesbian.
  8. Punya rasa bersalah yang berlebihan.
  9. Merasa tidak diperhatikan, jadinya overacting alias cari perhatian secara berlebihan.
  10. Suka membual, muka “topeng” (penuh rekayasa dan kepalsuan).
  11. Sulit mengampuni, dendam.
  12. Kadang-kadang sedih tanpa alasan.
  13. Cepat iri hati.
  14. Suka memberontak.
  15. Agresif.
  16. Sering sakit kepala/migrain.
  17. Sakit maag/tukak lambung.
  18. Gatal-gatal.
  19. Diare.
  20. Jantung berdebar-debar.
  21. Tegang pada tengkuk leher.

Pernah merasakan sakit di bagian tubuh, lalu anehnya ketika diperiksakan ke dokter tidak ditemukan penyakit/gejala apapun? Itu bisa jadi Anda mengalami luka batin, sakit karena kondisi psikis Anda tidak sehat. Nama ilmiahnya psikosomatis.

Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya?

MENGAMPUNI. Kita mohon rahmat Tuhan agar kita dapat mengampuni siapa saja yang sudah melukai kita. Seperti dilihat di link di atas, setiap luka batin itu ada akar-akar penyebabnya, baik di masa kandungan, di masa kelahiran, masa kecil, masa remaja, maupun masa dewasa. Mengingat kembali luka-luka itu perlu dilakukan, sebab satu-satunya cara menyembuhkan luka batin itu dimulai dari mengingat luka-luka itu (analoginya sama seperti bedah/operasi memperbaiki organ dalam. Menyakitkan memang, tapi ini satu-satunya cara agar sembuh kan?). Kemudian mohon pada Tuhan rahmat pengampunan untuk dapat mengampuni mereka satu demi satu.

Kadang dalam proses penyembuhan batin, kita dapat menggunakan metode “imaginasi iman”, dengan membayangkan bahwa Tuhan hadir dalam peristiwa yang membuat kita terluka itu. Tujuannya agar kita sadar bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian, serta untuk mendamaikan kita dengan peristiwa itu sendiri. Well, di link tersebut sudah dijelaskan secara lengkap, silahkan baca πŸ˜€

Bagiku sendiri, retret ini merupakan berkah buatku. Menyembuhkan masa-masa kecilku, terutama masa-masa sewaktu aku konflik dengan “mantan” sahabatku. Stress berkepanjangan karena masih belum bisa menerima peristiwa tersebut, akhirnya terlepas juga kemarin. Lega, sekaligus pasrah atas semua yang telah terjadi. Semoga apa yang aku alami ini tidak lagi terjadi pada ku untuk kedua kalinya dan kalian yang membacanya.

Kalau mau tahu bagaimana rasanya penyembuhan luka batin yang aku rasakan sendiri, SAKIT!! Seperti dioperasi, tapi ini yang dioperasi adalah hatiku, batinku, tanpa obat bius apapun. Sakit banget ketika masalah-masalah itu diangkat kembali ke permukaan, sampai-sampai aku harus menangis, tidak kuat. Namun air mata itu justru bagus dalam penyembuhan luka batin, karena dapat menghapus penolakan untuk mengampuni diri sendiri, menghapus luka-luka, menghapus halangan-halangan untuk bertobat dan ingatan-ingatan yang menyakitkan. Pada akhirnya, aku sembuh berkat rahmat pengampunan dari Tuhan sendiri. Aku sembuh karena aku dengan ikhlas memutuskan untuk memaafkan semuanya, terutama masa lalu ku, juga “mantan” sahabatku.

Terima kasih Bapa, terima kasih Yesus, terima kasih Roh Kudus, Engkau sudah berkenan menyembuhkanku. Ajarilah aku lebih lagi untuk hidup dalam rahmat kerendahan hati dan pengampunan, sehingga bila aku terluka lagi, aku tak perlu lagi bingung untuk menyembuhkannya. Amiin πŸ™‚

R.M.T.B.D.J

 

Previous Older Entries